GaneshaAbadi.com. Buntok–Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pedoman Pengelolaan Risiko Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Bapperida pada hari Rabu,(19/08/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Rahmat Nuryadin, Asisten II Yoga P Utomo, Kepala Inspektorat ibu Yuristianti Yudha, serta Kepala Bapperida Jaya Wardana serta diikuti Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) salah satunya Plt Kepala BPKAD Ali Sadikin, SE,.MM dan Camat se-Barito Selatan.
Adapun peserta yang mengikuti sosialisasi ini terdiri dari, Asisten dan Staf Ahli pada Setda selaku Unit Kepatuhan, Pejabat Eselon II selaku Unit Pemilik Risiko (UPR) pengampu Sasaran Strategis Daerah; Pejabat Sekretaris Perangkat Daerah (UPR Eselon III) dari UPR Eselon II; serta Pejabat Eselon IV (Kasubbag Perencanaan) dan Jabatan Fungsional Perencana, jabatan fungsional lainnya yang terlibat dalam perencanaan perangkat daerah.
Kepala Bapperida Jaya Wardana dalam penyampaiannya mengatakan setiap aktivitas instansi Pemerintah tidak terlepas dari adanya risiko yang dapat berpengaruh pada pencapaian tujuan. Jika risiko tidak dikelola dengan baik, maka tujuan dapat tidak tercapai.
Pengelolaan risiko sendiri tidak terpisahkan dari penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), semakin baik pengelolaan risikonya, semakin baik pula penyelenggaraan SPIP.
“Hari ini kita bersama dengan Inspektorat berkolaborasi bersama-sama mensosialisasikan terkait dengan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 30 Tahun 2024 tentang Pedoman Manajemen Risiko Pemerintah Daerah”, ucap Jaya.
Jaya menjelaskan bahwa, risiko itu akan kita hadapi dan tidak bisa dihindari. Untuk menghadapi itu penerapan manajemen risiko merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi dan meminimalkan dampak negatif dari berbagai potensi masalah. Melalui identifikasi, analisis, dan pengendalian risiko yang dilakukan secara proaktif, pemerintah daerah dapat menjaga efektivitas, efisiensi, serta akuntabilitas pelayanan publik.
Selain itu, manajemen risiko juga berperan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi, sehingga tujuan pembangunan daerah dapat tercapai secara optimal.
“Ketika risiko itu bisa kita manajemen, maka kita bisa mengaktipasi dan kita akan membuat program pelaksanaan menjadi efisien, karena bisa mengatasi risiko”, katanya.
Sosialisasi ini dalam rangka mewujudkan tujuan dari Pemerintahan dan Perengakat Daerah terkait dengan manajemen risiko, bahwa manajemen risiko memiliki keterkaitan erat dengan pengawasan internal oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
“Dengan anggaran yang terbatas ini, kita bisa memanajemen program dan kegiatan, sehingga target-target bisa tercapai, walau anggara terbatas”, tutup Jaya Wardana.
Sebagai Koordinator Teknis Komite Pengelola Risiko, Bapperida bertugas memberikan pemahaman menyeluruh terkait framework manajemen risiko kepada seluruh Unit Pengelola Risiko
Melalui kegiatan ini, Pemkab Barsel berharap budaya sadar risiko dapat semakin mengakar di seluruh perangkat daerah, sehingga kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah semakin baik serta akuntabel.
Pada dikesempatan yang sama kepala Inspektorat ibu Tanti sapaan akrab Yuristianti Yudha menyampaikan, bahwa pihaknya nanti menjadi bagaian pendampingan penyusunan register-register OPD untuk selanjutnya di tetap dengan Surat Keputusan (SK) Bupati.
“Untuk program strategis Nasional akan dilakukan pendampingan juga oleh Inspektorat sampai dengan akhir Agustus, terkait tentang Pro SN ini penilaian kinerja kepala daerah, karena Barsel masih kategori rendah, kita pada semester I tahun 2026 berusaha meningkat nilai agar bisa di posisi sedang atau tinggi”, katanya.
Lanjutnya Tanti, kenapa Barsel bukan karena tidak didukung dari Pemerintah Daerah, tapi kerena epidensnya yang kurang dan mulai besok kamis sampai dengan akhir Agustus akan kami lakukan pendampingan untuk pengimputan data dan pencapaian laporan.
“Jadi nanti para Camat akan kita asistensi, teryata Kopdes merah putih dam MBG itu semua sudah di dukung, kita adalah bagian dari sporting sistim untuk program strategis Nasional”, pungkas Tanti.
Ia juga mengatakan bahwa kegiatan hati ini adalah dalam rangka pembelajar bersama. Dan acara seperti ini akan kita lakukan sering waktu SPIP.
“OPD-OPD itu sebenarnya harus paham, mereka harus mempestigasi risiko-risiko yang ada di OPD mereka dalam rangka pencapaian tujuan terutama saat kondisi sulit seperti sekarang ini”, tutup Kepala Inspektorat. (Tim Redaksi)





