Bangka Selatan – Suasana haru dan bahagia menyelimuti halaman TPA dan Madrasah Diniyyah Takmiliyah (MDT) Nurul Huda di Desa Simpang Rimba, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu malam (26/7/2025). Acara tersebut digelar dalam rangka Wisuda Santri, Milad ke-3 Nurul Huda, dan peresmian Mushola serta gedung belajar baru.
Dengan mengusung tema “Membangun Generasi Qur’ani yang Berakhlakul Karimah”, kegiatan ini dihadiri para santri, wali murid, tokoh agama, masyarakat, serta perwakilan pemerintah desa.
Acara dimulai sejak selepas Magrib pukul 18.30 WIB dengan pembagian hadiah lomba, pembacaan Ummul Qur’an, serta tilawah ayat suci Al-Qur’an oleh dua santriwati, Sela Zahrani dan Putri Kurniasari. Keduanya berhasil memukau hadirin dengan lantunan merdu yang menyentuh hati.
Kemeriahan semakin terasa saat santriwati TPA Nurul Huda menampilkan tarian Arab. Tarian tersebut menjadi simbol semangat dan dedikasi para santri dalam menuntut ilmu dan menjaga nilai-nilai Islam.
Ketua panitia, Muhamat Saeni, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya acara. Ketua Yayasan, Joko Priyanto, turut mengungkapkan rasa syukurnya dan secara resmi menerima penyerahan akta notaris dari Pembina Yayasan, Ahmad Suparno Hasan, sebagai bentuk penguatan kelembagaan.
Pemerintah desa melalui perwakilannya menyampaikan dukungan penuh terhadap pendidikan keagamaan. “Kami bangga, ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi pembangunan karakter generasi,” ujarnya.
Momen puncak acara adalah prosesi wisuda santri TPA Paket B yang dipandu Ustadz Mukromin dan Bambang Sulistyawan, serta Wisuda Tahfidz Juz 30 yang dipandu oleh Ustadz Iskandar bersama Suparno Hasan. Suasana haru tak terbendung saat para santri menerima sertifikat, selempang untuk ayah, dan mahkota untuk ibu sebagai simbol penghormatan atas perjuangan dan cinta orang tua.
Acara juga diisi dengan mau’idotul hasanah oleh Ustadz Alhizroh, S.Pd.I., Ketua DPW FKDT Bangka Belitung. Ia menekankan pentingnya keberadaan lembaga pendidikan keagamaan. “Jika di sekolah formal hanya dua jam dalam seminggu, maka lembaga seperti Nurul Huda sangat penting untuk memperkuat pemahaman agama anak-anak kita,” tegasnya.
Kehadiran dai cilik nasional, peserta Porsadin dan FASI Nasional 2024, menambah kekhusyukan acara dengan tausiah singkat bertema keutamaan bulan Muharram yang menggugah hati para hadirin.
Acara ditutup dengan doa bersama, menandai akhir kegiatan yang sarat makna dan semangat kebersamaan. Tiga tahun perjalanan Nurul Huda menjadi tonggak awal membentuk generasi yang tak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan.
(Putri Simba)







