SUMENEP, 23 AGUSTUS 2026 — Suasana haru dan khidmat menyelimuti acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Dusun biletompok, Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Acara berlangsung dengan penuh kehangatan dan dihadiri oleh segenap warga serta para undangan yang hadir untuk memperingati kelahiran Nabi Agung sekaligus mempererat tali persaudaraan antar sesama umat.
Di akhir acara, atas nama keluarga besar, Sahebul Hajah Asyan beserta Ibu Aqidah dan segenap keluarga besar menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh hadirin:
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Segala puji bagi Allah yang telah memberi kita kesempatan berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat. Dengan rendah hati, kami — Sehebul Hajah Asyan, Ibu Aqidah, dan sekeluarga — mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu sekalian. Kehadiran Anda semua sungguh menjadi kebahagiaan dan penghormatan yang tak ternilai bagi kami. Semoga Allah SWT mencatat kehadiran dan doa Bapak/Ibu sebagai amal jariyah yang mulia, serta melimpahkan rahmat, kesehatan, dan keberkahan untuk kita semua. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyambutan dan pelayanan selama acara ini, untuk itu kami mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga silaturahmi yang terjalin hari ini makin erat selamanya. Terima kasih banyak, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”
Dalam kesempatan yang penuh berkah ini, jamaah dan hadirin diingatkan kembali tentang hakikat cinta sejati kepada Rasulullah ﷺ — bukan sekadar syair indah di bibir, melainkan ketaatan dan amal nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Cinta kepada Rasulullah ﷺ bukan sekadar ucapan, bukan pula seremonial tahunan yang selesai saat acara usai. Cinta sejati harus terbukti. Allah SWT sendiri telah memberikan ukurannya secara tegas:
“Katakanlah: Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosamu.”
(QS. Ali Imran: 31)
📌 7 BUKTI NYATA CINTA KEPADA RASULULLAH ﷺ
1. 🤲 Menaati dan Mengikuti Petunjuk Beliau
Ini adalah bukti utama. Mengikuti perintah beliau dan menjauhi larangan-Nya — bukan memilah-milah yang disukai saja, tapi menerima seluruh risalah yang dibawa beliau dengan sepenuh hati.
2. 💌 Memperbanyak Shalawat dan Salam
Shalawat adalah doa sekaligus ungkapan rindu. Semakin sering menyebut nama beliau dengan shalawat, semakin dalam cinta itu tertanam di hati, dan semakin pula kita mendekatkan diri kepada beliau.
3. 🌿 Menghidupkan Sunnah dan Akhlak Beliau
Mengamalkan kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, dan kepedulian kepada sesama — sebagaimana beliau teladankan dalam setiap detik kehidupan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa menghidupkan sunnahku, berarti ia mencintaiku.” (HR. Tirmidzi)
4. 💛 Menjadikan Beliau Lebih Dicintai dari Segalanya — Termasuk Diri Sendiri
Beliau bersabda: “Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih dicintai daripada orang tuanya, anaknya, dan segenap manusia.” (HR. Bukhari) Cinta yang menempatkan ridha beliau di atas hawa nafsu sendiri.
5. 🤝 Membantu Sesama — Meneladani Kasih Sayang Beliau
Menyantuni anak yatim, membantu yang kesulitan, meringankan beban orang lain. Sebab beliau adalah manusia paling dermawan dan penuh kasih sayang yang pernah diutus ke muka bumi.
6. 📖 Mempelajari dan Menyebarkan Risalah Beliau
Semakin mengenal kehidupan, perjuangan, dan akhlak beliau, semakin dalam cinta itu tumbuh. Dan cinta yang tumbuh pasti ingin menyebarkan cahaya itu kepada orang lain — bukan menyimpannya sendirian.
7. 🚫 Menjauhi Apa yang Beliau Benci dan Larang
Karena mencintai berarti menghargai. Tidak menyakiti hati yang beliau sayangi — umatnya. Tidak melanggar batasan yang beliau tetapkan. Tidak melakukan hal-hal yang membuat beliau kecewa.
💛 CINTA ITU HARUS DIKEMAS DENGAN KETAATAN
Ada yang merayakan, menyanyi, dan berpuisi indah — tapi hidupnya jauh dari ajaran beliau. Padahal, cinta sejati tak butuh kata-kata manis, tapi butuh langkah nyata.
Cinta kepada Rasulullah berarti:
Saat berkuasa, tetap amanah — seperti beliau yang tak pernah menyalahgunakan kekuasaan sedikit pun
Saat berhadapan dengan harta, tetap jujur — seperti beliau yang menyebut: “Sesungguhnya aku tidak mengambil apa pun dari harta rampasan perang ini, kecuali bagianku, dan bagian ini pun aku berikan kepada kalian”
Saat berbicara, tidak berdusta — karena beliau dikenal sebagai Al-Amin, Yang Terpercaya
– Saat melihat ketidakadilan, berani menegur — karena beliau datang untuk menegakkan kebenaran hingga akhir zaman
“Cinta kepada Rasulullah bukanlah dengan menangis semata, bukan pula dengan syair yang indah belaka. Ia adalah ketaatan yang tulus, akhlak yang terpuji, dan perjuangan menegakkan kebenaran sebagaimana yang beliau perjuangkan — hingga napas terakhir.”
Semoga kita termasuk golongan yang benar-benar dicintai beliau dan kelak berkumpul bersama beliau di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
(Yadi — Peliput Berita, 23 Agustus 2026)







