Sanana – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 tahun anggaran 2025 di wilayah Kodim 1510/Sula resmi ditutup pada Kamis (20/3/2025). Dalam upacara penutupan, Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin membacakan amanat Pangdam XV/Pattimura yang menekankan pentingnya semangat kebersamaan serta kemanunggalan antara TNI dan rakyat dalam mempercepat pembangunan di daerah.
Selama satu bulan, sejak 19 Februari hingga 20 Maret 2025, TMMD ke-123 telah dilaksanakan dengan prinsip Bottom Up Planning, melibatkan prajurit TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan.
“Saya selaku Pangdam XV/Pattimura dan Pengendali Kegiatan Operasi (PKO) TMMD menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan TMMD ke-123. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun bangsa,” ujar Pangdam dalam amanatnya.

Pangdam XV/Pattimura juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI-Rakyat, mempertahankan budaya gotong royong, serta merawat hasil pembangunan TMMD agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Selain itu, ia meminta Satgas TMMD segera melakukan evaluasi terhadap program yang telah dijalankan agar bisa menjadi bahan perbaikan untuk kegiatan selanjutnya.
TMMD ke-123 di wilayah Kodam XV/Pattimura dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Kodim 1507/Saumlaki dan Kodim 1510/Sula. Beberapa sasaran fisik yang telah selesai di Kodim 1510/Sula meliputi pembangunan talud sepanjang 200 meter dan satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sementara itu, sasaran non-fisik mencakup berbagai penyuluhan, seperti wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, kesehatan, serta program unggulan Kasad berupa pembangunan sumur bor di lima titik dan penanaman 1.000 pohon mangrove.
Dengan berakhirnya TMMD ke-123, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari program ini, baik dalam peningkatan infrastruktur maupun pemahaman sosial yang lebih baik.
(Pendim 1510/Sula )








