Musi Rawas – Suasana haru menyelimuti ruang rapat DPRD Kabupaten Musi Rawas, Rabu (30/04/2025). Nafiah (39), ibu rumah tangga asal Kecamatan Muara Kelingi, dengan suara bergetar menyampaikan keluhan masyarakat Desa SP5 Karya Teladan yang terdampak pemutusan akses jalan oleh perusahaan PT MBL/PT Agro Grup.
“Pak, kalau suami kami tak bisa kerja, kami tak bisa makan. Kami ke sini bukan buat ribut. Kami cuma minta keadilan,” ujar Nafiah di hadapan wakil rakyat, OPD, camat, kepala desa, Danramil, dan Kapolsek Muara Kelingi.
Warga mengaku kehilangan penghasilan karena jalan ditutup, sehingga hasil panen sawit tak bisa diangkut keluar. “90% penghasilan kami dari kebun. Kalau sawit nggak bisa keluar, uang nggak masuk. Kami tak hidup dari daun, Pak…” lanjut Nafiah sambil menahan tangis.

Forum mediasi yang difasilitasi DPRD Musi Rawas itu dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan OPD, aparat TNI-Polri, dan masyarakat. Warga berharap forum ini menghasilkan solusi konkret atas konflik lahan dan akses jalan yang terjadi.
“Tolong pakai hati nurani. Jangan biarkan kami terus menderita karena ketidakjelasan ini,” tutup Nafiah, mewakili harapan besar masyarakat kecil yang selama ini terpinggirkan oleh kepentingan perusahaan.
Kini, masyarakat menanti: akankah suara lirih seorang ibu mampu menggugah nurani pemangku kebijakan?
(Erwin Kaperwil Sumsel – Lubuklinggau, Musi Rawas Utara)







