Lubuklinggau – Permasalahan sampah di Kota Lubuklinggau semakin mendesak untuk segera ditangani. Feri Isrop, S.H., hadir dengan gagasan strategis melalui program Kota Bebas Sampah Rumah Tangga yang ditawarkannya kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau, Minggu (28/9/2025).
Menurut Feri, dengan jumlah penduduk mencapai 245.287 jiwa pada 2024, timbulan sampah rumah tangga diprediksi antara 171 hingga 245 ton per hari. Saat ini, kondisi normal tercatat sekitar 41 ton per hari, namun pada momen tertentu seperti Ramadan bisa melonjak drastis hingga 178 ton per hari.
“Jika tidak dikelola dengan baik, ancaman serius menanti. Mulai dari pencemaran lingkungan, risiko kesehatan masyarakat, hingga banjir akibat saluran air yang tersumbat,” tegas Feri.
Berdasarkan kajian proyeksi, dalam 10 tahun mendatang volume sampah di TPA bisa mencapai 413.727 m³. Artinya, Lubuklinggau membutuhkan tambahan lahan sekitar 8 hektar untuk menampungnya.
Sebagai solusi, Feri menawarkan konsep Satu Kelurahan Satu Alat Angkut. Program ini menekankan pengelolaan sampah sejak dari sumber, yakni rumah tangga, hingga ke TPA.
“Tujuannya jelas, mengurangi sampah yang masuk ke TPA, menciptakan lingkungan bersih dan sehat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah,” ujar Feri.
Ia menambahkan, persoalan sampah tidak bisa ditangani pemerintah saja, melainkan perlu sinergi dengan masyarakat. “Pemerintah butuh kolaborasi. Warga harus menjadi aktor utama menjaga lingkungan agar Lubuklinggau bisa maju, bersih, sehat, dan berdaya saing,” pungkasnya.
(Erwin)








