BANJARBARU, 29 AGUSTUS 2026 — Kepungan asap dan panas yang menyelimuti kawasan Bandara Syamsudin Noor tidak menyurutkan semangat personel Satgas Darat Karhutla Lanud Sjamsudin Noor. Bersama Satgas Karhutla Gabungan, mereka turun langsung berjibaku melakukan pemadaman dan pembasahan lahan gambut yang masih berasap demi menekan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat (28/08/2026).
✈️ PENANGANAN DIFOKUSKAN KAWASAN SEKITAR BANDARA
Penanganan difokuskan pada area-area prioritas, terutama kawasan sekitar bandara yang memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran dan keselamatan penerbangan. Upaya ini dilakukan untuk menekan potensi munculnya kabut asap yang dapat mengganggu jarak pandang serta berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan.
Setibanya di lokasi, personel langsung menyisir kawasan yang masih mengeluarkan asap untuk menemukan titik-titik api dan bara yang tersembunyi di dalam lahan gambut. Api yang masih terlihat segera dipadamkan, sementara area yang telah terbakar dilakukan pembasahan secara intensif untuk mencegah bara kembali menyala.
🔥 LAHAN GAMBUT — TANTANGAN YANG HARUS DIHADAPI DENGAN KETELITIAN
Lahan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Meski kobaran api di permukaan telah berkurang, bara dapat tetap bertahan di bawah permukaan dan sewaktu-waktu kembali memicu kebakaran. Kondisi tersebut membuat proses pembasahan harus dilakukan secara menyeluruh, berulang, dan optimal pada area yang dinilai masih memiliki potensi terbakar.
💪 BUKAN SEKADAR MEMADAMKAN API — MENJAGA KESELAMATAN BERSAMA
Langkah cepat tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga kawasan Bandara Syamsudin Noor tetap aman dari dampak karhutla. Penanganan asap dan titik api dilakukan sedini mungkin agar potensi gangguan terhadap aktivitas penerbangan dapat ditekan seminimal mungkin.
Bagi Lanud Sjamsudin Noor, pemadaman karhutla bukan hanya tentang menghentikan kobaran api. Lebih dari itu — mencegah ancaman yang lebih luas terhadap masyarakat, lingkungan, dan keselamatan penerbangan. Hal tersebut diwujudkan melalui kesiapsiagaan personel yang terus berada di lapangan, memantau perkembangan titik api, melakukan pemadaman, serta memastikan lahan yang telah terbakar mendapatkan pembasahan secara optimal.
“Di tengah kepungan asap, personel tetap bergerak. Api dipadamkan, lahan gambut dibasahi, dan bara terus diantisipasi — bukan hanya demi menjaga keamanan Bandara Syamsudin Noor, tetapi juga demi mengurangi ancaman kabut asap bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan.”
Upaya tersebut akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menjaga lingkungan, melindungi masyarakat, serta menciptakan kondisi Kalimantan Selatan yang lebih aman dan nyaman dari dampak kebakaran hutan dan lahan.
Sumber: Penerangan Lanud Sjamsudin Noor
Banjarbaru, Kalimantan SelatanTanggal: 29 Agustus 2026
(Redaksi)




