SUMENEP, 5 Oktober 2026 — Sallsa Bila Putri lahir di Tangerang, Provinsi Banten, pada tahun 2017. Kini ia tumbuh menjadi gadis kecil yang ceria di tanah kelahiran ayahnya, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Namun di balik senyumnya tersimpan sebuah kisah yang memilukan: sejak tahun 2019, ia terpisah dari ibunya. Hingga kini, kehadiran sosok ibu seakan hilang. Tidak diketahui secara pasti alasan mengapa ibu kandungnya seakan melupakan anak yang dilahirkannya sendiri.
TANPA KABAR, TANPA PERTEMUAN
Sudah berjalan tujuh tahun berlalu sejak perpisahan itu. Sallsa tumbuh tanpa sentuhan kasih sayang ibunya sehari-hari. Ia tinggal jauh dari tempat kelahirannya, membesar di lingkungan yang penuh keramahan masyarakat Sumenep, namun tetap menyimpan ruang rindu yang tak terisi. Hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai alasan di balik ketidakhadiran ibunya. Masyarakat bertanya-tanya bagaimana mungkin seorang ibu dapat terpisah dan tidak menjenguk anak kandungnya sendiri selama bertahun-tahun.
SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS HAK ANAK?
Setiap anak berhak dicintai, dibesarkan, dan dirawat oleh kedua orang tuanya. Sallsa Bila Putri bukan sekadar nama — ia adalah anak yang membutuhkan pelukan, perhatian, dan kehadiran ibunya. Apakah ada halangan yang tidak terungkap? Atau memang ada pihak yang sengaja menjauhkan ibu dari anak? Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi maupun keterangan dari pihak ibu terkait keberadaannya maupun alasan tidak menjenguk anaknya.
SERUAN KEPADA IBU DAN PIHAK TERKAIT
Masyarakat berharap kisah Sallsa dapat didengar. Jika ada kendala atau persoalan yang menyebabkan perpisahan ini, semoga dapat diselesaikan demi masa depan anak. Sallsa berhak mengetahui siapa ibunya dan berhak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Semoga ibu kandung Sallsa Bila Putri dapat hadir, menjelaskan, dan kembali merangkul anaknya.
Hak anak untuk bertemu kedua orang tuanya dijamin oleh hukum dan kemanusiaan. Semoga kebenaran segera terungkap dan Sallsa dapat bertemu ibunya.
(Yadi/ redaksi)





