BANYUWANGI — Sebuah banner bernada protes terhadap Kepala Desa (Kades) Sumberagung terpasang di pinggir jalan dan menjadi perhatian masyarakat. Banner tersebut memuat tulisan “Ayo Segera Turunkan Kades Sumberagung!” serta mencantumkan nama Kades,” dengan kalimat “Tatanan Desa Bobrok”.
Pemasangan banner tersebut menjadi sorotan karena secara terbuka menyampaikan tuntutan terhadap kepala desa sekaligus memuat penilaian negatif terhadap tata kelola pemerintahan desa.
Aktivis Banyuwangi Selatan Rofiq Azmi menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, munculnya banner bernada keras di ruang publik semestinya menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, bukan sekadar persoalan siapa yang memasang banner.
“Kami sangat menyayangkan jika persoalan di tingkat desa sampai harus muncul dalam bentuk banner seperti ini. Apa pun persoalannya, sebaiknya dibuka secara terang melalui mekanisme dialog, klarifikasi dan penyelesaian yang sesuai aturan,” ujar Rofiq Azmi.
Rofiq menilai, apabila memang terdapat persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, masyarakat mempunyai hak untuk menyampaikan kritik dan aspirasi.
Sebaliknya, pihak pemerintah desa juga dituntut tidak mengabaikan kritik masyarakat. Setiap tudingan yang muncul di ruang publik perlu dijawab secara terbuka agar tidak berkembang menjadi persepsi sepihak.
Jangan Sampai Kritik Berujung Konflik
Menurut Rofiq, persoalan utama bukan hanya keberadaan banner, tetapi apa yang melatarbelakangi munculnya tuntutan tersebut.
“Kalau memang ada persoalan, mari dibuka. Kalau ada tudingan, harus ada klarifikasi. Kalau ada kesalahan, tentu harus ada evaluasi. Jangan sampai masyarakat hanya melihat perang narasi tanpa mengetahui fakta sebenarnya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang justru dapat memperkeruh keadaan.
Media Nasional Ganesha Abadi telah berupaya menempatkan persoalan tersebut secara akurat dan berimbang. Keberadaan banner merupakan fakta visual yang terdokumentasi, sementara kebenaran atas tudingan dan alasan pemasangannya masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Karena itu, tanggapan Kepala Desa Sumberagung maupun Pemerintah Desa Sumberagung penting untuk dimintakan guna memberikan ruang hak jawab dan keberimbangan informasi kepada publik.
Hingga berita ditayangkan Kades sampai saat ini saat kami konfirmasi tidak ada Balasan isi banner tersebut belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan bahwa tudingan yang tercantum di dalamnya telah terbukti. Siapa pemasang banner, apa dasar tuntutannya, serta apakah terdapat persoalan administrasi, kebijakan, pelayanan publik atau tata kelola desa yang melatarbelakanginya masih perlu diklarifikasi dan diverifikasi.
Media Nasional Ganesha Abadi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak Pemerintah Desa Sumberagung maupun pihak yang merasa berkepentingan untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.
(Redaksi Media Nasional Ganesha) Abadi
“Akurat dan Berimbang — Berani Tajam Sesuai Data Mengungkap Fakta.”






