Lubuklinggau – Proyek pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Kota Lubuklinggau dengan anggaran puluhan miliar dari APBD 2024 kini menuai sorotan tajam. Pantauan di lapangan, Senin (15/09/2025), menunjukkan proyek tersebut terkesan mangkrak tanpa perkembangan berarti, bahkan memunculkan dugaan sebagai proyek “bancakan” yang hanya menghamburkan uang negara.
Di lokasi pembangunan, area proyek tampak terbengkalai tanpa pengelolaan memadai. Tidak terlihat adanya aktivitas berarti maupun perawatan khusus terhadap fasilitas yang digadang-gadang sebagai pusat pengelolaan sampah modern Kota Lubuklinggau.
“Kalau dilihat sekarang, proyek ini seperti tidak ada kelanjutannya. Tanah kosong, tidak ada aktivitas, dan terlihat kumuh. Kami sebagai warga tentu kecewa,” ungkap seorang warga sekitar.
Selain kondisi lapangan, besarnya anggaran yang digelontorkan juga memicu pertanyaan publik. Proyek ini dinilai terlalu mahal dibandingkan progres nyata yang ada, sehingga menimbulkan dugaan kuat adanya ketidakwajaran dalam pelaksanaannya.
“Dengan anggaran puluhan miliar, seharusnya hasilnya sudah terlihat. Tapi kenyataannya justru terbengkalai. Ini patut dipertanyakan, bahkan layak diaudit oleh lembaga berwenang,” tegas seorang pengamat kebijakan publik di Lubuklinggau.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PU dan Tata Kota Lubuklinggau belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan proyek TPA tersebut. Masyarakat berharap adanya transparansi, akuntabilitas, dan tindakan tegas jika terbukti terdapat penyimpangan dalam penggunaannya.
(Erwin Kaperwil Sumsel Lubuklinggau Musi Rawas Utara)







