SURABAYA – Komitmen Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur dalam menekan angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali ditegaskan melalui terobosan preventif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui program pemasangan alarm sepeda motor gratis bagi warga Surabaya.
Inisiatif ini menjadi bagian dari pendekatan pencegahan berbasis teknologi sederhana namun efektif, di tengah dinamika kejahatan jalanan yang masih menjadi perhatian serius di Kota Pahlawan. Kepolisian menilai bahwa pengamanan kendaraan tidak cukup hanya mengandalkan sistem manual, tetapi perlu disesuaikan dengan pola aktivitas masyarakat modern.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menegaskan bahwa alarm kendaraan memiliki keunggulan signifikan dibandingkan pengamanan konvensional. Sistem ini mampu memberikan respons otomatis berupa bunyi peringatan keras saat motor diganggu, sehingga berpotensi menggagalkan niat pelaku sejak awal.
“Alarm bekerja tanpa bergantung pada kelalaian manusia. Begitu ada gangguan, sistem langsung bereaksi dan menarik perhatian lingkungan sekitar,” ujar Kombes Pol Luthfie. Menurutnya, aspek kepraktisan membuat alarm lebih mudah diterima dan digunakan secara konsisten oleh masyarakat.
Seiring dengan program tersebut, Polrestabes Surabaya juga menggelar bazar kendaraan bermotor sebagai bentuk pelayanan publik bagi korban curanmor. Melalui kegiatan ini, masyarakat yang kendaraannya berhasil diamankan dapat mengambil kembali motor miliknya secara langsung di Mapolrestabes Surabaya dengan mekanisme yang transparan dan terukur.
Proses pengambilan kendaraan dilakukan dengan verifikasi ketat, meliputi kelengkapan dokumen kepemilikan seperti STNK, BPKB, KTP, serta dokumen pendukung lainnya. Bazar ranmor dilaksanakan dalam dua tahap, yakni 21–24 Januari 2026 dan dilanjutkan 26–30 Januari 2026.
Sementara itu, Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana Putra menjelaskan bahwa program alarm motor gratis terbuka untuk masyarakat luas, meski pelaksanaannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan perangkat dan personel.
“Pemasangan dilakukan langsung di Mapolrestabes Surabaya dan kami integrasikan dengan kegiatan bazar ranmor. Karena keterbatasan, kemungkinan akan ada pembatasan kuota pemasangan setiap hari,” jelas AKBP Erika.
Menariknya, program ini juga mengedepankan pendekatan edukasi digital. Masyarakat diajak berpartisipasi aktif dengan mengikuti serta berinteraksi melalui akun resmi Kapolrestabes Surabaya dan Kasat Samapta Polrestabes Surabaya di media sosial. Langkah ini dinilai efektif untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya perlindungan kendaraan pribadi.
AKBP Erika menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. “Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif warga. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis angka curanmor di Surabaya dapat ditekan secara signifikan,” pungkasnya.
(Red)







