Musi Rawas – Sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Polres Musi Rawas bersama pemerintah setempat menggelar penanaman jagung serentak di wilayahnya. Penanaman jagung ini merupakan bagian dari program pemerintah yang menargetkan 1 juta hektar lahan di seluruh Indonesia, dengan Musi Rawas sebagai salah satu lokasi implementasinya.
Kapolres Musi Rawas AKBP Andi Supriadi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Ali Sedikin meninjau langsung kegiatan penanaman di Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, yang dimulai di lahan seluas 1,5 hektar. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan tumpang sari, termasuk lahan milik perusahaan swasta dan perkebunan sawit, untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Saat ini, telah tersedia 93,6 hektar lahan yang telah didata oleh pihak kepolisian dan pemerintah setempat, dengan 83,6 hektar sebelumnya sudah teridentifikasi dan tambahan 10 hektar. Kapolres Musi Rawas menyatakan bahwa penanaman jagung ini merupakan bagian dari upaya mendukung swasembada pangan dan memanfaatkan lahan perkebunan serta lahan kering di berbagai wilayah.
Kepala Desa Air Satan, Muhammed Nasir, menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian, pemerintah Musi Rawas, serta dinas terkait seperti Bulog dan Dinas Pertanian yang telah memberikan dukungan dan contoh dalam program penanaman jagung ini. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan, semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di desa kami,” ujar Muhammed Nasir.
Dengan target penanaman jagung yang terus berkembang, Musi Rawas berharap dapat berkontribusi signifikan dalam mencapai ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan yang optimal. Program ini juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat untuk mendukung keberhasilan ketahanan pangan di Indonesia.
(Erwin Kaperwil Lubuklinggau, Musi Rawas)







