Surabaya – Perpustakaan Stikosa AWS kembali menjadi destinasi favorit bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) KH Achmad Siddiq Jember. Untuk ketiga kalinya sejak 2022, mahasiswa jurusan Sejarah dan Peradaban Islam dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora berkunjung ke kampus Stikosa AWS, Selasa (24/6/2025).
Sebanyak 51 mahasiswa hadir dalam kunjungan ini, didampingi tiga dosen pembimbing: Dahimatul Afidah, M.Hum., Siti Zulaekah, M.A., dan M. Alqautsar Pratama, M.Hum. Mereka disambut oleh Wakil Ketua Stikosa AWS, Ratna Puspita Sari, M.Med.Kom., di ruang multimedia sebelum diarahkan menuju ruang perpustakaan.
Kepala Perpustakaan Stikosa AWS, Akbar Nusa Saputra, menjelaskan bahwa daya tarik utama perpustakaan ini terletak pada koleksi bendel koran dan majalah kuno yang lengkap dan terawat. Koleksi tersebut mencakup surat kabar dari era 1940-an hingga awal 2000-an, menjadikannya sumber referensi langka dan bernilai tinggi bagi penelitian sejarah dan skripsi mahasiswa.
“Sebagai kampus komunikasi pertama di Indonesia Timur yang berdiri sejak 1964, kami menyimpan ratusan bendel koran tua yang tersimpan rapi di ruang khusus untuk menjaga keawetannya,” ujar Akbar.
Dosen pendamping, Dahimatul Afidah, turut mengakui manfaat besar perpustakaan ini. Ia menceritakan pengalamannya saat menjadi mahasiswa, di mana ia menemukan referensi skripsi yang hanya tersedia di Perpustakaan Stikosa AWS. Karena itu, ia rutin mengajak mahasiswa bimbingannya untuk berkunjung dan memanfaatkan koleksi yang tersedia.
Selain mahasiswa UIN Jember, perpustakaan ini juga rutin dikunjungi peneliti dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Mereka meneliti tidak hanya isi berita, tetapi juga iklan, karikatur, hingga desain promosi dari masa lalu.
“Digitalisasi koleksi koran juga sedang kami lakukan secara bertahap. Bahkan, beberapa mahasiswa UIN KH Achmad Siddiq Jember pernah membantu proses digitalisasi ini saat magang selama sebulan di sini,” tambah Akbar.
Perpustakaan Stikosa AWS terus menunjukkan peran strategisnya sebagai pusat dokumentasi sejarah pers dan media di Indonesia Timur, sekaligus menjadi referensi penting dalam dunia akademik dan penelitian.
(Redho)








