Jayapura – Situasi Lapas Nabire yang mulai kondusif menjadi momentum bagi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) untuk memperkuat langkah pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di wilayah Papua Barat. Dirjenpas, Mahudi, mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Papua dan Kodam XVII/Cendrawasih untuk memperkuat sinergi keamanan di Lapas dan Rutan yang dikategorikan rawan.
“Kemarin saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jayapura dan Kodam Cendrawasih untuk meningkatkan dukungan, khususnya dalam penempatan anggota Polri dan TNI di Lapas dan Rutan rawan gangguan kamtib di Jayapura,” ujar Mahudi saat memberikan pembekalan kepada calon Aparatur Sipil Negara (CASN) wilayah Papua Barat, Rabu (4/6), di Kanwil Kemenkumham Papua.
Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif dan progresif untuk mencegah terjadinya pelarian, keributan, hingga potensi penyerangan terhadap petugas.
Selain penempatan personel, bentuk dukungan juga diwujudkan melalui pelatihan kepada petugas Lapas dan Rutan. “Pelatihan pengamanan kepada CASN hari ini didukung penuh oleh Polda Jayapura. Kami ingin memastikan anggota kami memiliki keterampilan optimal, karena ke depan merekalah yang akan menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan melakukan pembinaan terhadap warga binaan,” jelas Mahudi.
Sejumlah langkah preventif lainnya juga terus dilakukan, di antaranya razia rutin dan insidentil, tes urine, penerapan SOP ketat keluar-masuk orang dan barang, serta penguatan disiplin dan aturan baik kepada petugas, warga binaan, keluarga warga binaan, maupun stakeholder lainnya.
(Red)







