DENPASAR – Upaya serius dalam menekan risiko kecelakaan laut di kawasan wisata terus digencarkan. Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polresta Denpasar melalui Pos Nusa Dua melaksanakan pemasangan banner himbauan keselamatan bertuliskan “Beach Safety” serta bendera larangan berenang di kawasan Pantai Nusa Dua, Jumat hingga Sabtu, 8–9 Mei 2026.
Langkah ini merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi lintas instansi antara Sat Polairud Polresta Denpasar, pihak ITDC Kawasan Nusa Dua, serta UPTD Life Guard Badung, dalam rangka memperkuat sistem pencegahan kecelakaan laut seperti wisatawan tenggelam maupun terseret arus.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menegaskan sinergitas nyata antar lembaga dalam menjaga keamanan dan keselamatan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, di salah satu destinasi unggulan Bali.
Pemasangan sign “Beach Safety” dilakukan secara strategis di empat titik utama akses pantai, yakni di jalan masuk Pantai areal Hotel Ayodya, jalan masuk Pantai Mengiat sebelah utara Hotel Ayodya, jalan masuk Pantai Mengiat areal Hotel Merusaka, serta jalan masuk pantai areal Hotel Peninsula di kawasan Nusa Dua. Penempatan ini dinilai krusial karena merupakan jalur utama mobilitas wisatawan menuju bibir pantai.
Selain pemasangan banner, personel di lapangan juga melakukan pemantauan intensif kondisi perairan serta memasang bendera merah sebagai tanda larangan berenang pada titik-titik rawan. Penentuan lokasi tersebut didasarkan pada kondisi objektif seperti air laut pasang, gelombang tinggi, serta angin kencang, yang mengacu pada data prakiraan cuaca dari BMKG.
Kasi Humas Polresta Denpasar, I Gede Adi Saputra Jaya, menegaskan bahwa langkah preventif ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menciptakan rasa aman di kawasan wisata.
“Dengan pemasangan sign keselamatan dan bendera larangan berenang ini, diharapkan wisatawan lebih memahami kondisi pantai dan selalu mengutamakan keselamatan saat berlibur di kawasan Pantai Nusa Dua,” ujarnya.
Upaya ini sekaligus menjadi pengingat tegas bahwa keselamatan wisata bukan semata tanggung jawab petugas, melainkan juga kesadaran kolektif seluruh pihak, termasuk wisatawan itu sendiri. Dengan edukasi yang masif dan pengawasan yang konsisten, potensi insiden laut di kawasan wisata diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
(Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi – Tajam, Terpercaya, Berimbang, Mencerahkan Publik)








