JAKARTA, 9 Mei 2026 – Komitmen penguatan ekonomi keluarga prajurit kembali ditegaskan dalam gelaran Persit Bisa 2 yang berlangsung di Balai Kartini pada 7–9 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, sekaligus panggung strategis bagi pelaku UMKM Persit untuk menunjukkan daya saing produk lokal ke tingkat nasional.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan kunjungan langsung ke berbagai stan UMKM, termasuk stan unggulan milik Persit Kartika Chandra Kirana PD XXII/Tambun Bungai. Kehadiran Kasad tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol dukungan nyata terhadap penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis keluarga prajurit.
Dalam kunjungan tersebut, perhatian tertuju pada produk khas Kalimantan berupa kain Sasirangan motif Todak, yang menampilkan perpaduan nilai budaya lokal dengan sentuhan desain modern. Produk ini dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar yang lebih luas karena keunikan motif, filosofi, serta kualitas pengerjaannya.
Ajang Persit Bisa 2 menghadirkan beragam produk kreatif, mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga fashion etnik modern. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga menjadi ekosistem penguatan kapasitas UMKM melalui jejaring, inovasi, dan peningkatan kualitas produk.
Kunjungan Kasad menjadi suntikan motivasi bagi para pelaku UMKM Persit untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing. Dorongan tersebut sejalan dengan upaya membangun kemandirian ekonomi keluarga prajurit yang adaptif terhadap dinamika pasar nasional maupun global.
Persit Kartika Chandra Kirana melalui kegiatan ini menegaskan perannya sebagai motor penggerak pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Penguatan UMKM tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga prajurit, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan pelestarian budaya lokal.
Keikutsertaan UMKM Persit KCK PD XXII/Tambun Bungai diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi produk lokal Indonesia di kancah nasional hingga internasional.
(Redaksi Media Nasional Ganesha Abadi)








