Ganeshaabadi.com | Guru spiritual bangsa yang sudah berusia 80 tahun, sehari-hari Pengasuh Pesantren Mansya’ul Huda, KH. Suyuthi Thoha pada Jum’at (20/10/2023) menegaskan keyakinan bathinnya hanya sosok yang ikhlas mengabdi untuk rakyat Indonesia yang akan dipilih oleh rakyat Indonesia di pemilu 2024.
“Kita saat ini butuh pemimpin yang kuat, memiliki kepribadian baja dalam pengabdian dan berkemauan mewakafkan diri dan hartanya untuk bangsa. Sosok yang kuat dan ikhlas mampu membawa Indonesia loh jinawi dan tentram sejahtera serta guyub rukun,” tutur Kyai Suyuti.
Guru spiritual yang mampu menerami gangguan mental dan narkoba, KH. Gus Jalal semakin mantap terkait hasil tirakatannya. Pada Jum’at (20/10/2023) menyatakan bahwa siapapun capresnya akan memiliki kewibawaan untuk memenangkan jika ambil cawapres Bu Khofifah.
“Bu Khofifah sosok yang menjalankan amanah dengan totalitas. Jaringannya dari lokal, nasional dan internasional. Kwalitas spiritual terbaik dari capres atau cawapres yang dibicarakan oleh publik. Diterima para guru spiritual bangsa karena kwalitas kemampuan dan ibadahnya sangat baik. Para guru spiritual hanya menyampaikan hasil tirakatan, para politikus yang mengambil keputusan,” ujar Gus Jalal.
Pilpres 2024 yang mendatang memang didominasi oleh para jagoan lelaki. Keterwakilan kaum hawa belum tampak. Sejalan hasil tirakatan para guru spiritual, sangatlah tepat jika ada cawapres dari kaum ibu-ibu. Suara ibu-ibu akan utuh untuk mendukung kaumnya menjadi alternatif efektif leadership Indonesia. Indonesia membutuhkan seorang ibu pertiwi.
Kyai yang juga pendekar pencak dor, Kyai Suyuti menegaskan bahwa rakyat Indonesia sangat membutuhkan *Prabowo Subianto*
“Rakyatlah yang sangat membutuhkan *Prabowo Subianto*. Indonesia dapat Berdaulat saat presidennya *Prabowo Subianto*,” tutur Kyai Suyuti.
Guru spiritual bangsa yang rajin menemani Gus Idham Blitar, Gus Jalall menyampaikan pasangan ideal adalah *Prabowo Subianto dan Khofifah Indra Parwansa.*
“Seoramg pemersatu bangsa, Prabowo Subianto hanya cocok berpasangan dengan seorang bunda yang mampu merawat pertiwi, Khofifah Indra Parwansa. Pasangan yang idial, nasionalis dan relegius. Keduanya pekerja keras dan ikhlas untuk rakyat Indonesia,” tutur Gus Jalal.
(Red)