Klungkung, Bali — Pantai Wates Yeh Malet, destinasi wisata yang berada tepat di Jl. Raya Goa Lawah, Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, kembali menarik perhatian publik. Lokasi yang strategis di jalur utama Denpasar–Karangasem ini menjadi salah satu titik favorit wisatawan untuk menikmati panorama laut, beristirahat sejenak, hingga berswafoto di landmark bertuliskan “Wates Yeh Malet” yang kini menjadi ikon kawasan tersebut.
Pantai ini terlihat semakin tertata, dengan area pedestrian yang bersih, keberadaan pot tanaman yang dirawat, serta pepohonan rindang seperti kelapa dan trembesi yang menciptakan suasana sejuk. Meski berada di tepi jalan nasional yang padat, pengunjung tetap merasa nyaman berkat desain ruang publik yang luas dan aman.
Namun, di balik keindahan visual tersebut, terdapat sejumlah catatan kritis yang muncul dari masyarakat dan pegiat lingkungan. Beberapa hari terakhir, sejumlah kendaraan proyek dan aktivitas mobilisasi material di sekitar area pantai menimbulkan kekhawatiran bahwa ruang publik ikonik ini terancam terganggu oleh aktivitas non-wisata.
Ketua komunitas lokal pemerhati lingkungan, I Made Subrata, menegaskan pentingnya menjaga estetika kawasan pesisir tersebut.
“Pantai Wates Yeh Malet bukan hanya ruang publik, tetapi juga etalase wajah Kabupaten Klungkung. Setiap intervensi pembangunan maupun aktivitas bisnis harus memastikan tidak merusak tata ruang dan kenyamanan pengunjung,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, keberadaan truk besar yang kerap terlihat parkir atau berhenti di bahu jalan dekat landmark pantai dapat memicu kemacetan sekaligus merusak citra wisata. Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah meningkatkan pengawasan dan memastikan area wisata bebas dari aktivitas yang tidak sesuai peruntukan.
Sementara itu, pelaku UMKM sekitar pantai menyambut baik upaya penataan kawasan yang selama ini dilakukan pemerintah. Mereka berharap perbaikan fasilitas wisata terus berlanjut agar Pantai Wates Yeh Malet menjadi magnet wisatawan, terutama bagi pengguna jalan yang melintas sepanjang jalur Goa Lawah–Dawan.
Dengan daya tarik berupa panorama Samudra Hindia, akses mudah, serta ikon tulisan raksasa yang menjadi spot foto populer, Pantai Wates Yeh Malet diprediksi akan semakin ramai menjelang libur akhir tahun. Peningkatan kunjungan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menyeimbangkan antara kebutuhan wisata, kenyamanan masyarakat, dan pelestarian lingkungan pesisir.
Pantai Wates Yeh Malet kini bukan sekadar tempat singgah, tetapi wajah baru ruang publik Klungkung yang memperlihatkan sinergi antara keindahan alam, kreativitas desain ruang, dan kesadaran kolektif untuk menjaga laut sebagai aset masa depan.
(Suko)







