BANYUWANGI – Sebuah langkah medis berisiko tinggi namun krusial berhasil dilakukan oleh tim dokter RSUD Blambangan. Untuk pertama kalinya, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi itu menangani bayi usia 1 tahun dengan gejala stroke melalui tindakan Digital Subtraction Angiography (DSA)—prosedur pencitraan pembuluh darah otak yang umumnya dilakukan pada pasien dewasa.
Kasus ini bermula ketika seorang bayi datang dengan keluhan kejang dan penurunan kesadaran. Tim medis segera melakukan penanganan darurat dan memasukkan pasien ke ruang PICU untuk stabilisasi. Pemeriksaan CT Scan kepala menunjukkan adanya hidrosefalus serta area infark pada parenkim otak, mengindikasikan adanya gangguan aliran darah serius yang dapat mengancam nyawa.
Dalam rangka mencari penyebab utama, dokter melakukan pemeriksaan echocardiografi untuk mendeteksi kemungkinan kelainan jantung, namun hasilnya normal. Hal ini membuat tim harus melangkah lebih jauh dengan prosedur DSA, guna memetakan kondisi pembuluh darah otak secara detail.
Ditemukan Kelainan Serius: Indikasi Moyamoya Disease
Melalui pemeriksaan DSA, tim menemukan adanya penyempitan progresif pembuluh darah otak di sisi kiri yang mengarah pada diagnosis moyamoya disease—kelainan bawaan langka yang sangat berbahaya. Pada anak, penyakit ini sering memicu stroke iskemik (penyumbatan), sementara pada dewasa dapat menyebabkan stroke perdarahan.
Tindakan ini dilakukan oleh tim medis pilihan RSUD Blambangan:
- dr. Firman Adi Sanjaya, Sp.BS
- dr. Indah Ari Handayani, Sp.N, FINA
- dr. Mochammad Nizam Fahm, Sp.Rad(K)RI
Dengan teknik yang sangat hati-hati, penggunaan anestesi khusus, serta dukungan ruang Cathlab yang lengkap, prosedur berhasil dilakukan dengan risiko minimal bagi pasien.
Cathlab RSUD Blambangan Kini Jadi Andalan Penanganan Kasus Otak Kompleks
Ketersediaan fasilitas Cathlab modern memungkinkan RSUD Blambangan menangani kasus-kasus seperti moyamoya disease secara cepat dan akurat. Tim medis bahkan telah beberapa kali menemukan kasus serupa, sehingga penatalaksanaan dapat dilakukan secara terarah, termasuk tindakan bypass pembuluh darah otak bagi pasien yang membutuhkan.
RSUD Blambangan Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Sakit Rujukan Gangguan Otak
Plt. Direktur RSUD Blambangan, dr. Asiyah, MMRS, FISQua, menegaskan bahwa rumah sakit kini siap menjadi pusat rujukan daerah untuk berbagai gangguan otak, berkat tenaga dokter bedah saraf yang berpengalaman dan fasilitas yang terus ditingkatkan.
“RSUD Blambangan berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik, terutama untuk kasus-kasus kompleks di otak. Dengan dukungan peralatan modern dan tim yang kompeten, kami siap menjadi rujukan di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya,” ujarnya.
Selaras dengan Komitmen Bupati Banyuwangi
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam memperkuat pelayanan kesehatan daerah. Pemkab terus mendorong peningkatan fasilitas, kecepatan layanan, ketepatan diagnosa, dan kenyamanan pasien, terutama dalam kasus kritis seperti stroke pada anak.
Langkah maju RSUD Blambangan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat, sekaligus menandai kemampuan rumah sakit daerah dalam menangani kasus medis berisiko tinggi dengan standar profesional.
(Red)








