Nganjuk – Jumat pagi (5/9/2025), kabar duka menyelimuti Prambon, Nganjuk. Ulama kharismatik, pengasuh Pondok Pesantren Gedongsari Prambon, KH. Ahmad Muntaha, berpulang ke rahmatullah. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.
Semasa hidupnya, Gus Ahmad Muntaha atau yang akrab disapa Gus Thaha, mendedikasikan diri untuk mengajar di Pesantren Gedongsari dan berbagai majelis taklim. Beliau membersamai masyarakat, santri, dan alumni dalam menimba ilmu agama. Sosoknya dikenal sederhana, penuh kasih sayang, sekaligus tegas dalam mendidik.
“Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Semoga Allah mengampuni khilaf beliau dan menerima amal ibadahnya,” ungkap KH. Imam Mawardi Ridlwan, Pengasuh Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung, yang turut berduka mendalam atas wafatnya Gus Ahmad Muntaha.
Bagi masyarakat, Gus Thaha bukan sekadar pengasuh pesantren, tetapi penjaga ruh kehidupan. Di tengah hiruk pikuk zaman, beliau memilih jalan dakwah melalui pengajian, doa, dan bimbingan tanpa henti. Bukan panggung besar yang beliau kejar, melainkan hati umat yang beliau sentuh dengan kelembutan sekaligus ketegasan.
Di Pesantren Gedongsari Prambon, beliau membesarkan generasi saleh dan salehah. Di tengah masyarakat Nganjuk, beliau menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan terus hidup meski raganya telah tiada.
Kehilangan ini begitu mendalam, namun warisan beliau akan terus mengalir dalam doa para santri, langkah para alumni, dan ingatan masyarakat yang pernah merasakan sentuhan ajarannya.
Selamat jalan, Gus Ahmad Muntaha. Semoga Allah SWT menyambutmu dengan rahmat-Nya, menempatkan di sisi-Nya bersama para kekasih-Nya, dan memberi kekuatan bagi keluarga serta santri untuk melanjutkan perjuangan yang telah engkau rintis.
(Red)








