Medan – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Islam Sumatera Nasional (DPW PISN) Sumatera Utara, Amrin Nasution, menegaskan agar insiden pembakaran mobil milik seorang oknum pengacara oleh orang tidak dikenal (OTK) diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian tanpa dikaitkan dengan polemik relokasi Masjid Al-Ikhlas.
Menurut Amrin, mengaitkan peristiwa tersebut dengan isu relokasi masjid merupakan tindakan yang tidak tepat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Janganlah kejadian ini dikaitkan dengan relokasi masjid. Lokasi pembakaran mobil tersebut juga bukan berada di area masjid. Jadi jangan membawa-bawa masjid dalam persoalan ini. Serahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian,” tegas Amrin kepada wartawan, Jumat (16/1).
Terkait polemik relokasi Masjid Al-Ikhlas, Amrin menegaskan bahwa PISN tidak berpihak kepada pihak mana pun. Ia menekankan bahwa sebagai umat Muslim, tugas utama adalah memakmurkan masjid dan menjaga persatuan.
“Kami tidak memihak ke mana pun. Tugas kita sebagai Muslim adalah memakmurkan masjid. Di PISN, setiap hari Jumat kami rutin melaksanakan safari ke masjid-masjid sebagai bentuk komitmen tersebut,” jelasnya.
Senada dengan itu, Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Ikhlas, Ir. Surachman, menegaskan bahwa insiden pembakaran mobil tersebut merupakan murni tindak pidana dan sama sekali tidak berkaitan dengan persoalan relokasi Masjid Al-Ikhlas.
Ia meminta agar tidak ada pihak yang sengaja memperkeruh suasana dengan menggiring opini publik ke arah yang menyesatkan.
“Jika ada pihak-pihak yang dengan sengaja memperkeruh situasi, kami meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Surachman juga mengimbau masyarakat, khususnya umat Muslim, agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga kondusivitas, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
“Mari sama-sama menahan diri dan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan. Apalagi saat ini menjelang bulan suci Ramadan, sudah sepatutnya kita menjaga ketenangan dan keharmonisan bersama,” pungkasnya.
(Red)








