Buntok–Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di area Kabupaten Barito Timur (Bartim) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dan Kabupaten Barito Utara (Barut) masih membutuhkan kewaspadaan tinggi di tenggah puncak musim kemarau. Kondisi ini mendorong semua pihak memperkuat, Termasuk dari Tim ERG (Emergency Respon Groub) PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) dan Mitra Kerja atau Kontraktor.
Dalam sepekan terakhir, Tim ERG MUTU dan Mitra Kerja turut bergerak membantu pemadaman kebakaran lahan di sejumlah Lokasi yang berada diwilayah operasional Perusahaan seperti di Km 10-11 (area Desa Malitin), KM 45, KM 46, 47, dan 48 (area Desa Ugang Sayu), di area Swalang (Area Desa Bipak Kali dan Desa Bintang Ara), namun ada beberpa yang tim ERG keluar untuk membantu MPA Desa Ugang Sayu , Desa Palu Rejo, Desa Malitin, dan MPA Kecamatan karau Kuala .
Kepala Teknik Tambang PT MUTU, Ari Tri Atmoko mengatakan kepada awak media Senin, 31 Agustus 2026, respon cepat ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Perusahaan untuk menjaga keselamatan masyarakat, lingkungan serta memastikan fasilitas operasi tetap aman dari ancaman kebakaran.
“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan, menghadapi kondisi kemarau, dan potensi kebakaran lahan”, kata Ari.
Ditambahkannya, ketika ada laporan maupun ditemukan titik api di sekitar wilayah operasional, kami langsung melakukan pengecekan dan berkoordinasi untuk membantu proses pemadaman agar api tidak meluas dan membahayakan masyarakat.
“Kami juga sudah menyiapkan bantuan PPM untuk bencana kekeringan dan KarHutla ini seperti, bantuan air bersih ke Desa Ugang Sayu dan bantuan masker untuk Area Desa Ring I yang diperuntukan kepada siswa SD dan usia renta, Bantuan sembako, bantuan sarana MPA yang saat ini masih bertahap kami salurkan”, pungkas KTT
Kebakaran yang ditanggani umumnya terjadi pada lahan, serupa semak dan kebun, sejumlah titik, berada pada fasilitas operasional perusahaan, sehingga membutuhkan respon cepat untuk mencegah api yang menimbulkan resiko yang lebih besar.
Ari juga menyampaikan, di tenggah kondisi kemarau yang berkepanjangan dan meningkatnya resiko kebakaran, dari PT MUTU juga selalu dalam kondisi sianga, termasuk pemberian CSR yang bentuknya langsung ke masyarakat.
Di tambahkan Arif Bunyamin selalu Division Head Exterbal menegaskan, penagananan karhutla dan pemberian bantuan CSR ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, kaloborasi antara perusahaan, pemerintah, aparat dan masyarakat menjadi actor penting untuk mempercepat deteksi serta mencegah bekerkembangnya bencana yang semakin meluas.
“Karhutla merupakan tantang kita bersama, kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila ada titik api di area perusahaan, semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan, kami juga berkoordinasi dengan stakholder yang jika ada kebakaran diluar operasional kami”, terang Arif Bunyamin.
Lanjut Arif, dengan kesiapsiagaan, personil, patroli dan bantuan CSR untuk wilayah kekeriangan dan terdampak karhutla. PT MUTU memastikan dukungan terhadap Upaya penaganan karhutla terus dilakukan, terkhusus diarea perusahaan. (Tim Redaksi)





