Kutacane – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Aceh (PA) Kabupaten Aceh Tenggara menggelar acara pengukuhan ketua, pengurus, dan kader partai di Kutacane, Sabtu (4/10/2025).
Acara berlangsung khidmat dan menjadi ajang silaturahmi antara sesepuh, elit politik, serta kader baru dan lama untuk menyatukan tekad membangun Aceh Tenggara yang maju, bermarwah, dan bermartabat.
Ketua DPC Partai Aceh Tenggara, Irwan Hasan Ramud, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, kader, serta sesepuh partai yang hadir. Ia menegaskan pentingnya menjaga solidaritas internal menjelang Pemilu mendatang.
“Semoga kita dapat menyatukan niat dan tekad agar Partai Aceh mampu melahirkan pemimpin yang membawa masa depan Aceh Tenggara yang lebih baik, maju, bermartabat, dan bermarwah,” ujar Irwan Hasan Ramud.
Para elit partai juga turut memberikan pesan bermakna kepada kader. Salah satu di antaranya mengingatkan agar kader Partai Aceh tidak berorientasi pada jabatan semata.
“Jangan mencari kedudukan di dalam Partai Aceh, tetapi duduklah di dalam Partai Aceh. Jika sudah menjadi bagian keluarga, berarti Partai Aceh sudah mengalir dalam darah daging kita,” pesannya.
Acara tersebut dihadiri ratusan kader, pengurus, tokoh masyarakat, serta insan pers dari berbagai media lokal dan nasional. Usai prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama antara Ketua DPC, keluarga besar partai, dan tamu undangan.
Dalam kesempatan itu, Irwan Hasan Ramud juga menyampaikan amanah dari Gubernur Aceh yang memberikan kepercayaan kepadanya untuk menampung dan menyuarakan aspirasi rakyat Aceh Tenggara.
Ia menyinggung pula soal program dana abadi senilai Rp1 miliar yang diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat, pejuang, dan kombatan Aceh, serta menyoroti program pembagian lahan 2 hektare per kepala keluarga yang dinilai belum berjalan optimal.
“Kami berharap program-program yang menyentuh langsung masyarakat, baik terkait tanah maupun dana abadi, dapat benar-benar terealisasi demi kesejahteraan rakyat Aceh Tenggara khususnya, dan Aceh pada umumnya,” pungkasnya.
(Arwan Syah)







