Banyuwangi , 16 September 2025 – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (DPUCKPP) langsung bergerak cepat menanggapi ambrolnya Jembatan Sungailembu yang terjadi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, pertengahan Juli lalu. Kejadian ini sempat membuat akses utama antar desa terputus dan mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Dalam hitungan setelah kejadian, tim DPUCKPP bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan perangkat desa melakukan asesmen lapangan. Langkah darurat ditempuh dengan menurunkan alat berat guna membuka jalur alternatif sementara, sehingga kendaraan masih dapat melintas dan distribusi kebutuhan pokok warga tetap terjaga.
“Prioritas kami adalah memastikan mobilitas masyarakat tidak lumpuh. Penanganan harus dilakukan cepat, tepat, dan terukur agar dampak sosial maupun ekonomi bisa ditekan,” ujar Kepala DPUCKPP Banyuwangi.
Selain langkah teknis di lapangan, koordinasi lintas sektor juga segera dilakukan. Pemerintah daerah menggerakkan tim teknis untuk mengkaji struktur jembatan yang ambrol, sekaligus menyiapkan skenario pembangunan darurat agar tidak terjadi isolasi warga.
Respon cepat ini menunjukkan komitmen Pemkab Banyuwangi untuk selalu hadir dalam situasi darurat infrastruktur. Aksi nyata ini juga menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya fokus pada proyek baru, tetapi juga pada kesiapan tanggap darurat ketika infrastruktur vital mengalami kerusakan.
Dengan tindakan sigap tersebut, aktivitas warga Desa Sumberagung, Kandangan, hingga Sarongan tetap bisa berjalan. Ke depan, Pemkab Banyuwangi memastikan penanganan akan berlanjut dengan pembangunan jembatan darurat, hingga perencanaan jembatan permanen yang lebih kokoh.
(Red)









