Surabaya — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Madura Indonesia (AMI) akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kota Surabaya pada Rabu dan Kamis, 22–23 Oktober 2025, dengan tema “Hentikan Pencurian Aset Negara!”. Aksi ini akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan titik kumpul di Muster Area dan menyasar kantor PT Telkom Indonesia, IndiHome Fiber, serta Mapolda Jawa Timur.
Ketua Umum DPP AMI, Baihaqi Akbar, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas dugaan pencurian aset negara, khususnya kabel jaringan milik PT Telkom Indonesia yang marak terjadi di wilayah Jawa Timur. AMI menilai praktik ini terjadi secara sistematis dan melibatkan oknum internal maupun eksternal perusahaan.
“Kami menuntut pencopotan Direktur PT Telkom Indonesia di Surabaya serta seluruh jajaran pengawasan yang lalai. Jangan biarkan perusahaan plat merah ini dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tegas Baihaqi.
Selain itu, AMI mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polda Jawa Timur, untuk menindak tegas pelaku pencurian kabel jaringan Telkom (Skabel) agar tidak merugikan negara dan masyarakat. “STOP! Pencurian kabel harus dihentikan. Kami akan kawal kasus ini sampai para pelaku dihukum seberat-beratnya,” lanjutnya.
Ribuan massa dari berbagai wilayah, termasuk perwakilan Madura, Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, diperkirakan akan hadir membawa spanduk bertuliskan tuntutan seperti “Copot Direksi Telkom!”, “Tangkap Pencuri Aset Negara!”, dan “Stop Pencurian Kabel Fiber Optik!”. Aksi ini akan diwarnai orasi terbuka, teatrikal rakyat, dan penyampaian berkas tuntutan resmi kepada pihak Telkom Indonesia dan aparat kepolisian.
Koordinator lapangan menegaskan bahwa aksi akan berlangsung damai dan tertib, namun tetap kritis dalam menyampaikan aspirasi. “Kami menjunjung hukum, tapi tidak akan mundur sebelum ada tindakan nyata. Negara harus tegas terhadap pencuri aset bangsa,” kata salah satu koordinator aksi.
Hingga saat ini, pihak Telkom Indonesia dan Polda Jawa Timur belum memberikan keterangan resmi terkait rencana demonstrasi tersebut. DPP AMI menegaskan, jika tuntutan tidak direspons, aksi lanjutan dengan skala lebih besar akan digelar di tingkat nasional, termasuk ke Kementerian BUMN dan Kantor Pusat Telkom Indonesia di Jakarta.
(Redho)







