Buntok — Memasuki musim kemarau Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok terus memberikan perhatian ekstra terhadap tanaman yang dibudidayakan sebagai bagian dari upaya mendukung program pembinaan ketahanan pangan bagi warga binaan.
Tanaman tomat dan pepaya yang ditanam di area luar Rutan, tepatnya di halaman depan Kantor Rutan Buntok, kini mendapatkan perawatan lebih intensif.
Kamis, (20/08/2026)
Kondisi cuaca yang panas membuat tanah di sekitar tanaman tampak kering dan tandus sehingga penyiraman dilakukan secara rutin untuk menjaga kelembapan tanah serta membantu tanaman tetap tumbuh dengan baik.
Kondisi tersebut semakin menantang dengan adanya asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah titik. Selain berdampak pada kualitas udara, kondisi kemarau dan asap juga menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keberlangsungan tanaman yang tengah dikembangkan.
Perawatan tanaman tidak hanya dilakukan sebagai kegiatan pemeliharaan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan yang memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan. Melalui kegiatan bercocok tanam, warga binaan diharapkan dapat mengenal proses menanam, merawat, hingga menghasilkan tanaman yang memiliki nilai manfaat.
Kepala Rutan Kelas IIB Buntok, Febryanto, A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah sederhana yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mendukung pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan di lingkungan Rutan.
“Di tengah kondisi musim kemarau seperti saat ini, tanaman membutuhkan perawatan yang lebih intensif. Kami berupaya menjaga tanaman tetap tumbuh dengan melakukan penyiraman secara rutin. Ke depan, kami berharap dapat terus bersinergi dengan Dinas Pertanian untuk mendapatkan edukasi dan pendampingan mengenai teknik perawatan tanaman yang tepat, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem,” ujar Febryanto.
Menurutnya, edukasi dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang pertanian akan sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga binaan. Tidak hanya mengenai penyiraman, tetapi juga pemilihan bibit, pengelolaan tanah, pemupukan, pengendalian hama, hingga teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi lingkungan.
Melalui pengembangan tanaman tomat dan pepaya tersebut, Rutan Buntok berharap kegiatan pembinaan ketahanan pangan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata. Selain menciptakan lingkungan yang lebih produktif, keterampilan bercocok tanam juga diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan untuk diterapkan setelah kembali ke tengah masyarakat. (Tim Redaksi)





