Lubuklinggau – Di tengah efisiensi anggaran yang tengah berlangsung di berbagai instansi pemerintah, Pemerintah Kota Lubuklinggau tetap menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025–2029. Kegiatan ini berlangsung di Cinema Hall Bukit Sulap, Lantai 5 Kantor Wali Kota Lubuklinggau, Senin (21/7/2025).
Acara dibuka langsung oleh Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat, didampingi Wakil Wali Kota H. Rustam Effendi. Turut hadir Kapolres, Kajari, perwakilan Dandim 0406, Kepala Perwakilan BPKP Sumsel Supriyadi, perwakilan Bappeda Provinsi Sumsel, Ketua DPRD beserta anggota, dan Sekda Kota Lubuklinggau.
Kabid PPE Bappeda Kota Lubuklinggau, Wahada Ramada, mewakili Kepala Bappeda Emra, menjelaskan bahwa Musrenbang RPJMD ini bertujuan menyelaraskan program kepala daerah untuk lima tahun ke depan dengan aspirasi masyarakat. Ia menegaskan, tidak ada usulan Pokok Pikiran (Pokir) dari DPRD dalam forum ini.
“RPJMD ini bersumber dari aspirasi murni masyarakat. Usulan yang masuk akan kami telaah dan sinkronkan dengan program Linggau Juara,” jelasnya.
Wahada menambahkan, terdapat 14 item sasaran dengan 7 tujuan prioritas pembangunan yang akan diselaraskan dengan visi, misi, serta arah pembangunan Kota Lubuklinggau.
Sementara itu, Wali Kota Rachmat Hidayat menyebut Musrenbang RPJMD ini sebagai momentum strategis menyusun arah pembangunan bersama seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program dengan RPJPD Lubuklinggau 2025–2045, RPJMN 2025–2029, dan arah pembangunan Provinsi Sumsel.
“Penyusunan RPJMD ini harus menjawab tantangan riil seperti pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas SDM, penguatan infrastruktur, pengurangan kemiskinan dan pengangguran, serta isu lingkungan,” tegasnya.
Wako juga menekankan pentingnya kolaborasi, efisiensi, inovasi, serta penguatan basis data dan evaluasi dalam implementasi pembangunan ke depan.
(Erwin)







