Jakarta — Aktivis Milenial Silampari menggelar aksi di depan Kejaksaan Agung RI, Jumat (11/7), mendesak penuntasan kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Koordinator aksi, Aqil Maulidan, menilai aktivitas PETI telah merusak Sungai Rawas yang menjadi sumber air masyarakat.
“Berbulan-bulan Sungai Rawas keruh. Sudah sering aksi digelar di Muratara, tapi tak ada perubahan. Ada yang tidak beres,” tegas Aqil.
Ia juga mencurigai adanya dugaan suap antara pengusaha tambang ilegal dan oknum pemerintah daerah, sehingga penindakan terkesan lemah.
“Kami menduga terjadi suap. Kalau tidak, pemerintah daerah pasti bertindak,” ujarnya.
Mereka mendesak Kejaksaan Agung memeriksa semua pihak, termasuk Bupati Muratara, yang diduga terlibat.
“Ini soal hukum, lingkungan, dan hak hidup masyarakat. Sungai Rawas kini jadi ancaman, bukan lagi sumber kehidupan,” pungkas Aqil.
(Erwin)








