Surabaya — Pemilik grup dan fanspage Facebook diimbau ekstra waspada menyusul maraknya modus penipuan baru: berpura-pura membeli grup kemudian membajak hak admin dalam hitungan menit. Modus ini dilaporkan kian marak dengan tawaran harga fantastis antara Rp5 juta hingga Rp20 juta. (25/10/2025)
Pelaku mengontak pemilik grup lewat pesan, mengiming-imingkan pembelian untuk keperluan monetisasi (misalnya Shopee Affiliate). Setelah mendapat kepercayaan, langkah pelaku terstruktur: semua admin lain diminta dikeluarkan sehingga hanya tersisa satu admin — biasanya pemilik asli — lalu diminta mengundang kembali akun yang diduga admin lama. Akun yang diundang itu sebenarnya akun palsu yang dibuat pelaku untuk menyamar. Setelah menjadi admin, pelaku langsung mengeluarkan pemilik asli dan menguasai grup atau fanspage.
Akibatnya, komunitas kehilangan akses ke data, anggota aktif, reputasi, dan potensi pemasukan bila grup tersebut dimonetisasi. Korban juga berisiko menderita kerugian ekonomi dan rusaknya nama baik komunitas.
Praktik pelaku memanfaatkan dua kelemahan utama: (1) kepercayaan cepat dari pemilik dan (2) kurangnya verifikasi identitas akun baru. Akun palsu umumnya berumur baru, minim aktivitas, dan sedikit relasi bersama dengan admin lama.
Langkah pencegahan yang direkomendasikan:
1. Jangan pernah menghapus admin tanpa audit internal. Simpan minimal dua admin tepercaya supaya ada backup.
2. Verifikasi identitas sebelum mengangkat admin baru. Periksa profil, foto, daftar teman bersama, dan aktivitas lama; akun duplikat biasanya baru dibuat dan tampak mencurigakan.
3. Manfaatkan fitur keamanan Facebook. Aktifkan notifikasi perubahan admin, catat riwayat perubahan pengurus, dan batasi siapa yang berwenang menambahkan admin.
4. Simpan bukti komunikasi. Screenshot chat, bukti tawaran, dan bukti transaksi penting bila terjadi perselisihan.
5. Minta video call bila ada tawaran besar. Konfirmasi identitas melalui panggilan video dapat menyingkap akun palsu.
6. Segera laporkan jika terkena. Gunakan “Report a compromised account” dan “Report a hacked group” di Help Center Facebook. Laporkan juga ke polisi setempat dengan bukti komunikasi dan aliran dana.
Penipuan dengan modus pembajakan grup ini memanfaatkan godaan tawaran besar — tetapi aset digital seperti grup dan fanspage harus dilindungi seperti aset nyata. Pemilik dan pengelola komunitas disarankan membangun SOP internal serta verifikasi ganda untuk menghindari kehilangan kontrol.
(Redho)







