Lubukkinggau, Sumatera Selatan – Kekhawatiran warga Lubuklinggau terhadap kondisi Bandara Silampari semakin meningkat seiring makin jelasnya tanda-tanda kerusakan di berbagai sudut fasilitas bandara. Dugaan lemahnya perawatan sarana dan prasarana mencuat setelah ditemukan sejumlah kerusakan mencolok, terutama di area gedung utama.
Dalam laporan sebelumnya berjudul “Kondisi Memprihatinkan Bandara Silampari: Plafon Rusak dan Bocor, Pemeliharaan Dipertanyakan”, disebutkan bahwa plafon bandara mengalami kerusakan parah hingga menimbulkan kebocoran. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius masyarakat terkait keseriusan pihak pengelola menjaga kualitas dan keselamatan infrastruktur bandara.
Sayangnya, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Bandara Silampari. Beberapa kali awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada pihak pengelola maupun Kepala Bandara Silampari, Wachyu Setiawan, namun tidak mendapat jawaban memadai. Sikap bungkam ini memunculkan dugaan bahwa pihak bandara memilih diam di tengah sorotan publik.
Situasi tersebut menimbulkan reaksi dari warga. “Kami sebagai warga sangat prihatin. Bandara ini adalah wajah daerah, seharusnya ada keterbukaan informasi kepada publik. Kalau diam saja, wajar kalau menimbulkan pertanyaan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat kini berharap pemerintah maupun instansi terkait segera turun tangan mengevaluasi dan memperbaiki kondisi Bandara Silampari. Selain menyangkut citra Kota Lubuklinggau, hal ini juga berhubungan langsung dengan kenyamanan serta keselamatan pengguna jasa penerbangan.
(Erwin)








