Banyuwangi – Ganeshaabadi.com | Lagi-Lagi, pelaksanaan pekerjaan proyek yang di duga mengunakan dana pemerintah di wilayah teroterial desa yosomulyo, kecamatan Gambiran, kabupaten Banyuwangi, tanpa memasang papan informasi kegiatan sebagai bentuk regulasi dalam UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP)
Proyek jaringan irigasi di dusun Sidorejo tersebut terpantau 80 % telah selesai di kerjakan, namun, fakta di lokasi belum terlihat adanya papan nama proyek dari mana sumber anggaran nya.
Salah seorang pekerja proyek irigasi mengatakan bahwa proyek tersebut sudah lama di kerjaan dan jarang mendapat pengawasan dari pihak pelaksana kegiatan, Sabtu (6/10/2023)
” kalau proyek nya sudah lama di kerjakan, dan yang tau persis anggaran proyek nya pasti pihak hippa,”ujarnya BW sebagai tukang proyek
BW menambahkan” untuk upah sendiri berbeda, tukang 100 ribu dan pembantu tukang 80 ribu yang telah di tentukan oleh pihak hippa. Sementara volume proyek sepanjang 200 meter,”terangnya
Proyek irigasi yang mayoritas masih mengunakan material batu berdiameter besar tersebut justru memuculkan kekewatiran bagi warga penerima manfaat. Bahkan pada beberapa sudut galian pondasi nya cendurung dangkal di duga tanpa memaksimalkan galian pondasi nya.
” kalau untuk galian pondasi kami rasa sudah maksimal dengan kedalaman 40 cm dan boleh di buktikan, sedangkan untuk pemasangan batu yang besar tidak ada komplin ini dari pihak hippa,”Dalih BW Kala di konfirmasi awak media
Besarnya pemasangan material batu yang masih berukuran besar tentu akan menimbulkan rongga pada bagian pondasi, hal itu jelas terlihat pada bagian pondasi yang masih belum di Aci terdapat resapan-resapan air.
Sementara saat awak media menayakan nama dan rumah ketua hippa justru di akui oleh BW tidak tau.
” pihak hippa memang jarang datang ke proyek, selebihnya saya (BW) tidak gerti,” paparnya
Hingga berita ini di tayangkan. Belum ada pihak-pihak yang dapat di konfirmasi.
(Team/Red)