Musi Rawas – Warga Desa Rantau Bingin, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Kabupaten Musi Rawas mengeluhkan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang sudah tidak beroperasi selama hampir enam bulan. Akibatnya, masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak. Keluhan tersebut disampaikan pada Senin (10/03/2025).
PDAM yang berada tidak jauh dari permukiman warga dan kantor Kecamatan TPK, kini mati total. Padahal sebelumnya, layanan air bersih tersebut menjadi andalan warga dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama di bulan suci Ramadan yang menuntut ketersediaan air bersih lebih tinggi.
Salah satu warga, inisial MR (36), menyampaikan rasa kecewa dan frustrasinya terhadap kondisi ini. “Kami selaku ibu rumah tangga sangat tergantung pada air PDAM untuk masak, mencuci, mandi, dan lainnya. Sekarang kami terpaksa mandi di sungai. Tapi karena musim hujan, sungainya sering meluap. Ini sangat berbahaya, terutama untuk anak-anak,” ungkapnya.
Menurut MR, PDAM dulu sangat membantu. Namun kini, mati total tanpa kejelasan. Ia berharap pihak terkait segera turun tangan untuk memperbaiki kondisi ini.
Menanggapi hal tersebut, pihak PDAM yang dihubungi via WhatsApp oleh awak media, melalui salah satu perwakilan berinisial RE, membenarkan bahwa pompa induk PDAM di Kecamatan TPK mengalami kerusakan. Pompa tersebut, kata RE, sudah beberapa kali diperbaiki namun kerusakannya berulang akibat tegangan arus listrik yang tidak stabil.
“Info dari PU, tahun ini akan ada pengadaan pompa baru. Insyaallah akan segera kami operasikan kembali,” jelasnya dalam pesan singkat.
Masyarakat berharap agar layanan PDAM dapat segera kembali normal, agar kebutuhan air bersih warga bisa terpenuhi seperti sediakala.
(Erwin – Kaperwil Sumsel, Lubuklinggau, Musi Rawas Utara)