Jakarta – Jagat media sosial dihebohkan dengan viralnya video seorang warga Kota Lubuklinggau, Raihan Alfarizi, bersama sang ibu Dian Nurhayati, yang mengadu langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), terkait kecanduan narkotika jenis sabu-sabu yang dialami putranya. Video ini menuai banyak perhatian dan sorotan publik, termasuk dari kalangan organisasi pemuda.
Koordinator Nasional Millenial Silampari-Jakarta, Alvin Dalimunthe, menyayangkan peristiwa tersebut dan menilai kejadian itu mencerminkan lemahnya peran Pemerintah Kota Lubuklinggau dan stakeholder terkait dalam menangani persoalan narkoba.
“Sangat disayangkan, seorang warga Lubuklinggau harus mengadu hingga ke Jawa Barat. Ini menandakan ada yang tidak beres dalam penanganan masalah narkoba di daerah. Pemerintah dan pihak terkait tidak boleh hanya bergerak setelah viral,” tegas Alvin, Sabtu (21/6/2025).
Alvin menilai, narkoba merupakan ancaman nyata yang menghancurkan masa depan generasi muda. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk BNN, Polres, lembaga pendidikan, keluarga, dan organisasi masyarakat untuk bersinergi melakukan pencegahan, edukasi, serta menyediakan akses rehabilitasi yang menyeluruh.
“Penanganan narkoba tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Butuh langkah konkret, program nyata, serta komitmen dari semua pihak agar generasi muda tidak jadi korban berikutnya,” imbuhnya.
Ia juga menyerukan pentingnya penguatan edukasi dan rehabilitasi di Kota Lubuklinggau. Menurutnya, Indonesia – khususnya Lubuklinggau – harus bergerak bersama menuju wilayah bebas narkoba demi masa depan generasi yang lebih sehat dan produktif.
(Erwin – Kaperwil Sumsel Lubuklinggau, Musi Rawas Utara)








