Lubuklinggau – Sebuah video perkelahian antar siswa berdurasi 54 detik yang beredar di media sosial mengundang perhatian luas dari masyarakat. Kejadian yang berulang kali terjadi di wilayah Kelurahan Tanah Periuk, RT 04, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II ini mendapat tanggapan serius dari Aktivis Bumi Silampari.
Ferry Isrop, salah satu aktivis yang menyoroti insiden ini, meminta Dinas Pendidikan, baik tingkat provinsi maupun kota, untuk meningkatkan sinergi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan berprestasi.
“Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi. Pihak sekolah dan orang tua harus bekerja sama dalam membina dan mengawasi siswa. Jika pengawasan hanya dibebankan kepada sekolah, tentu akan sulit dilakukan secara maksimal mengingat jumlah siswa yang sangat banyak,” ujar Ferry, Sabtu (15/2/2025).
Menurutnya, orang tua memiliki peran krusial dalam mengawasi perilaku anak di luar sekolah. Pengaruh lingkungan dan teknologi saat ini sangat besar, sehingga diperlukan perhatian lebih agar anak-anak tidak terjerumus dalam tindakan negatif.
“Semoga ke depan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah bisa lebih teliti dalam pengawasan serta membangun sinergi yang lebih erat dengan orang tua siswa,” tutup Ferry.
(Erwin – Kaperwil Sumsel, Lubuklinggau, Musi Rawas)








