Karawang – Ekspedisi Macan Tutul Jawa di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Kabupaten Karawang, mencatat temuan penting dalam upaya pelestarian satwa liar. Dari hasil survei tahap awal dengan 40 kamera jebak, tim berhasil mendokumentasikan 19 individu Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) dan Macan Kumbang, termasuk dua ekor anakan.
Selain Macan Tutul, kamera juga merekam keberadaan satwa langka lain seperti Elang Jawa. Temuan ini menegaskan bahwa Sanggabuana merupakan kawasan dengan nilai konservasi tinggi yang layak mendapatkan perlindungan hukum lebih kuat.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa keterlibatan TNI AD dalam ekspedisi ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan. “TNI AD bukan hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk melestarikan keanekaragaman hayati demi masa depan bangsa,” ujarnya.
Koordinator Tim Survei dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), Bernard T. Wahyu Wiryanta, menyebut hasil penelitian ini penting sebagai dasar usulan perubahan fungsi hutan Sanggabuana menjadi kawasan konservasi. “Dengan adanya data ilmiah, kita memiliki landasan kuat untuk mendorong kebijakan perlindungan satwa prioritas dan habitatnya,” jelas Bernard, Sabtu (13/9/2025).

Bernard juga menekankan peran prajurit Menlatpur Kostrad dalam mendukung kegiatan konservasi. Selain menjaga agar latihan militer tidak mengganggu habitat, para prajurit turut aktif melakukan patroli anti perburuan serta pencegahan perambahan hutan. Kehadiran mereka dinilai mampu menekan aktivitas perburuan satwa dilindungi secara signifikan.
Survei tahap pertama yang berlangsung hingga Agustus 2025 kini dilanjutkan dengan pemindahan kamera ke titik-titik baru di grid kawasan seluas 10.000 hektare. Meski hasil sementara menggembirakan, kepadatan satwa di wilayah tersebut menjadi pengingat pentingnya upaya perlindungan habitat agar ancaman ekologis dapat dicegah sejak dini.
Dengan kolaborasi antara TNI AD, SCF, dan berbagai pemangku kepentingan, ekspedisi ini diharapkan mempercepat penetapan Pegunungan Sanggabuana sebagai kawasan konservasi. Langkah tersebut diyakini akan memperkuat komitmen Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus warisan alam bagi generasi mendatang.
(Dispenad)







