Sidoarjo – Enam mobil ambulans yang mengangkut peti jenazah satu keluarga korban longsor di kawasan hutan Cangar, Kota Batu, tiba di rumah duka Dusun Pasegan, Desa Kloposepuluh, Sidoarjo, Jumat (4/4/2025) pukul 19.50 WIB. Jenazah diberangkatkan dari RS Bhayangkara Hasta Brata Batu sekitar pukul 17.00 WIB, dikawal foreraider Polres Batu.
Keenam jenazah merupakan satu keluarga yang menjadi korban dalam tragedi longsor tersebut, yakni H. Wahyudi (65) dan istrinya Hj. Jainah (60), Saudah (60) yang merupakan ibu mertua Majid, Rani Anggraeni (28) istri Majid, serta dua anak mereka: Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6) dan Putri Qiana Ramadhania (2). Majid sendiri adalah anak bungsu dari pasangan H. Wahyudi dan Hj. Jainah.
Lima peti jenazah diserahterimakan di rumah duka Dusun Pasegan, sedangkan satu jenazah, Saudah, dibawa ke rumah duka di Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, sekitar 2 kilometer dari lokasi utama.
Tangis duka keluarga pecah ketika kelima peti diturunkan dari ambulans dan ditempatkan di pelataran rumah untuk selanjutnya dishalatkan di Masjid Baitul Maghfirah, yang bersebelahan langsung dengan pemakaman Dusun Pasegan.
Anak sulung dari pasangan H. Wahyudi dan Hj. Jainah, Sudio Husodo (Dio), mengungkapkan bahwa sebelum keberangkatan, Majid sempat menunjukkan gelagat tak biasa. Ia menjadi pendiam dan tatapannya kosong, padahal keluarga sedang dalam suasana harmonis tanpa masalah.
“Biasanya kami selalu pergi bersama saat Lebaran. Tapi tahun ini, saya dan keluarga memilih tinggal di rumah untuk memberi makan ternak. Kami tak punya firasat apa pun,” ucap Dio.
Dio juga menceritakan kejadian unik lain yang dianggapnya sebagai firasat. Kamis pagi sebelum berangkat, parfum baru milik Majid tiba-tiba macet dan menyemprot terus menerus hingga isinya habis. “Parfumnya disemprot ke seluruh rumah, mulai kamar mandi sampai ruang tamu. Seisi rumah jadi wangi,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.
Sejumlah pejabat tampak hadir melayat di rumah duka, termasuk dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, dan Kepala Desa Kloposepuluh, Sumardi. Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Sidoarjo Subandi dijadwalkan melayat pada Sabtu pagi pukul 10.00 WIB.
Sekitar pukul 20.30 WIB, usai dishalatkan, seluruh jenazah dimakamkan di tempat masing-masing. Lima jenazah dimakamkan berdampingan di pemakaman Dusun Pasegan, dan jenazah Saudah dimakamkan di pemakaman Desa Suruh, Kecamatan Sukodono.
(Redho)