Surabaya โ Bisnis prostitusi berkedok spa dan pijat di Surabaya kian marak dan tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ironisnya, praktik ini seolah dibiarkan, bahkan terkesan dilegalkan, meski dulu sempat ditertibkan habis-habisan oleh mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
Musawwi, Ketua Sahabat Pemuda Surabaya (Sapura), mengungkapkan hasil investigasi pihaknya menemukan sejumlah tempat spa dan massage di Surabaya yang diduga terang-terangan menawarkan jasa prostitusi kepada pengunjung. Beberapa di antaranya adalah Spa 129 di Jalan Tidar No. 224, Spa 129 di Kupang Jaya No. 13 A1, Massage Orenge, Massage DK, dan Massage Santika yang berlokasi di Darmo Park 1 Pakis, Surabaya.
โModusnya ada yang langsung menawarkan di tempat, ada juga yang lewat aplikasi. Tarifnya bervariasi, mulai Rp150 ribu sampai Rp500 ribu,โ ungkap Musawwi, Sabtu (5/7/2025).
Musawwi menegaskan, kondisi ini menjadi indikasi kuat bahwa sejumlah spa dan massage tersebut hanyalah kedok prostitusi terselubung. Ia mendesak Kepala Satpol PP Kota Surabaya agar segera menindak tegas praktik ilegal tersebut.
โKalau dibiarkan, ini akan merusak sistem sosial masyarakat di Kota Surabaya. Kami minta Satpol PP bergerak cepat dan tegas,โ tegasnya.
Sapura juga mengancam akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran jika penegakan hukum tidak dilakukan secara serius. Aksi ini bertujuan untuk menuntut penutupan semua praktik prostitusi terselubung yang merusak citra Surabaya.
โTujuan kami jelas, ingin membebaskan Surabaya dari prostitusi terselubung yang dulu sudah dibersihkan oleh pemerintah kota. Jangan sampai Surabaya kembali jadi sarang maksiat,โ pungkas Musawwi.
(Redho)








