Musi Rawas – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Musi Rawas resmi meluncurkan Sekolah Lansia Tangguh Bougenville di Desa Sugih Waras, Kecamatan Sukakarya, Rabu (14/5/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kualitas hidup warga lanjut usia di wilayah tersebut.
Hadir dalam acara ini Kepala Dinas DPPKB Ir. Tri Retiyanto, MM, Kabid KS Nasrul Bayumi, M.Si, Korlap KB Neni Fitriani, Am.Keb, Koordinator Bidan Adnilla, Am.Keb. Str, Pj. Lansia Dwi Astuti, jajaran PLKB Kecamatan Sukakarya, Sekretaris Camat Abdul Fahmi Rizal, SE, Kepala Desa Muhammad Tohir, Ketua TP PKK Neti Herawati, kader posyandu, serta puluhan ibu-ibu lansia peserta program.

Dalam sambutannya, Sekretaris Camat Sukakarya menyampaikan bahwa program Sekolah Lansia Tangguh di Kabupaten Musi Rawas saat ini hanya dilaksanakan di Kecamatan Purwodadi dan Kecamatan Sukakarya. Ia berharap para lansia dapat mengikuti program ini dengan penuh semangat.
“Kegiatan ini diharapkan bisa memberi manfaat besar. Belajar sambil bernyanyi dan membaca, semoga para lansia selalu diberi kesehatan untuk mengikuti kegiatan ini secara maksimal,” ujarnya.
Kepala Desa Sugih Waras Muhammad Tohir juga menyampaikan rasa terima kasihnya karena desanya dipilih menjadi lokasi launching sekolah lansia tahun 2025. Ia berharap semangat belajar para lansia terus meningkat.
“Saya sangat berharap ibu-ibu peserta bisa lebih semangat dan aktif belajar. Sekolah ini sudah dibentuk sejak April lalu dan hari ini kita launching secara resmi. Semoga berjalan lancar dan sukses,” katanya.
Kepala DPPKB Musi Rawas Ir. Tri Retiyanto dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan lansia.
“Tahun pertama program ini dilaksanakan di Desa Rantau Alih, dan tahun ini di Desa Sugih Waras. Ini bukti semangat para pemangku wilayah dari camat hingga kepala desa dalam mendukung program prioritas Bupati,” tegasnya.
Program Sekolah Lansia Tangguh ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui berbagai kegiatan edukatif dan kebugaran yang dilakukan secara rutin dan terstruktur.
(Erwin Kaperwil Sumsel – Lubuklinggau, Musi Rawas Utara)








