Denpasar – Komitmen menjaga stabilitas keamanan di wilayah perairan terus diperkuat jajaran kepolisian. Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polresta Denpasar kembali mengintensifkan patroli laut sebagai langkah preventif menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Rabu (15/4/2026).
Patroli dimulai sejak pukul 07.00 WITA menggunakan kapal patroli Lumba-Lumba XI-1012, dipimpin langsung oleh PS Kasubnit Patwalair Aipda I Nyoman Darmadi bersama tim personel terlatih. Kegiatan ini merupakan implementasi tegas dari arahan pimpinan guna memastikan wilayah perairan tetap dalam kondisi aman, terkendali, dan bebas dari aktivitas ilegal.
Rute patroli difokuskan pada jalur-jalur strategis, meliputi kawasan Pelabuhan Benoa, perairan Tanjung Benoa, Nusa Dua, hingga kawasan Serangan. Wilayah ini dikenal sebagai titik vital aktivitas pelayaran, pariwisata, dan perikanan, sehingga memerlukan pengawasan ekstra ketat.
Selama patroli berlangsung, situasi perairan terpantau aman dan kondusif. Cuaca cerah dengan kondisi air laut pasang turut mendukung kelancaran kegiatan pengawasan. Meski demikian, aparat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman, termasuk penyelundupan, pelanggaran pelayaran, hingga risiko kecelakaan laut.
Petugas tidak hanya melakukan penyisiran, tetapi juga pemeriksaan terhadap kapal yang melintas guna memastikan kelengkapan dokumen serta kepatuhan terhadap regulasi maritim. Aktivitas masyarakat pesisir, nelayan, dan pemancing turut menjadi fokus pemantauan, disertai edukasi langsung terkait pentingnya keselamatan di laut.
Imbauan tegas disampaikan kepada para pengguna jasa laut agar selalu mengakses informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta menggunakan perlengkapan keselamatan standar dalam setiap aktivitas pelayaran.
Kasi Humas Polresta Denpasar, I Gede Adi Saputra Jaya, menegaskan bahwa patroli ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis dalam menjaga kedaulatan keamanan wilayah perairan.
“Patroli laut akan terus digencarkan sebagai upaya preventif untuk menekan potensi gangguan kamtibmas, termasuk penyelundupan dan kecelakaan laut. Kami mengajak seluruh masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan dan disiplin terhadap aturan keselamatan,” tegasnya.
Langkah proaktif ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di wilayah perairan, memastikan setiap aktivitas maritim berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan.
(Redaksi)








