Bangka – Sejarah pembangunan lembaga pendidikan oleh masyarakat Tionghoa sudah dimulai bahkan sebelum Indonesia merdeka adalah Sekolah YPK Air Kenanga di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung yang sudah ada sejak 1928
Pada tahun 1928 sebelum masa kemerdekaan masyarakat Tionghoa Bangka Belitung sudah membangun lembaga pendidikan yang bernama Tjung Hin nama keluarga dari masyarakat Tionghoa dibangun dengan secara gotong royong.
Kemudian setelah peristiwa G-30 S, tahun 1965 sekolah Tionghoa, dilarang diselenggarakan, kemudian agar tetap dapat beroperasi diserahkan ke Dewan Gereja Sungailiat, Kabupaten Bangka dan berubah nama Menjadi Sekolah YPK Air Kenanga.
Sekolah YPK pernah menjadi sekolah favorit diera tahun 1970an, dan kemudian mengalami kemunduran kalah berasing dengan sekolah negeri dan swasta lainnya. Bahkan di tahun 2000 an Gedung sudah tidak layak dipakai dan hampir roboh.
Melihat kemunduran tersebut masyarakat Tionghoa Bangka Belitung maka didirikan PPKB (Paguyuban Peduli Kenanga Bersatu) yang beranggotakan Masyarakat 5 kampung sekolah YPK yang dimotori oleh Bong Se Fui dan Budi Akun. PPKB mengumpulkan donasi dari para anggota baik yang tinggal di Bangka maupun Jakarta dan kota lainnya bahkan ada yang di Hongkong dan China. Tahun 2008 berdirilah Gedung A, disusul dengan Gedung B, dan terus berkembang tahun 2014 lengkap dengan lapangan basket dengan Tribun.
Tahun 2016 TK Ramah Anak yang diresmikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Prof. Yohana Yembise. Tahun 2017 Gedung SD Regular dan Unggulan
Tahun 2020 Gedung Olahraga Semi Indor
Tahun 2024 Gedung SMA, seluas 4750 meter yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pembelajaran diantaranya
Ruang labotarium IPA dan IPS. Laboratorium Bahasa
Keberadaan sekolah semakin membaik sumbangsih dari beberapa toko Tionghoa terus berdatangan untuk memperbaiki citra dan kualitas pendidikan di YPK Air Kenanga.Termasuk sumbangan dari Ir. Rudianto Tjen, Bahar Buasan, S.T.,M.S.M.,M.Sc, Bambang Patijaya, S.E.,M.M, Anggota PPKB yang tinggal di Jakarta dan Bangka serta para donatur dari China dan Hongkong.
Kemajuan YPK Air Kenanga dan bertahan hingga saat ini akibat peran penting 2 tokoh utama PPKB yaitu Bong Se Fui dan Budi Akun menjabat sebagai ketua dan wakil ketua PPKB.








