MADINA – Sampah menjadi masalah krusial yang memicu berbagai bencana, seperti banjir akibat saluran air tersumbat dan penyakit dari tumpukan sampah. Sabtu (24/08/2024), masalah ini terlihat jelas di tempat pembuangan desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatra Utara (Sumut).

Amru Nasution, Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Madina, menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam strategi pengurangan sampah. “Petugas pengangkut sampah selalu aktif, bahkan pada hari libur. Namun, masyarakat juga harus berperan,” ujar Amru saat dikonfirmasi di Tempat Pembuangan Akhir.
Amru menambahkan bahwa banyak cara untuk mengelola sampah, tergantung kemauan masyarakat. “Desa bisa mengolah sampah plastik menjadi paving block, dan sampah organik menjadi pupuk. Ini bisa dilakukan dengan dukungan anggaran dari Dana Desa,” jelasnya.
Amru juga menekankan bahwa kebijakan pemerintah desa sangat diperlukan dalam eksperimen pengolahan sampah untuk mengurangi volume sampah. “Jika berhasil, hasil pengolahan sampah bisa meningkatkan nilai ekonomi desa, seperti paving block untuk pembangunan jalan,” tutup Amru.
(Penulis: Magrifatulloh)