Banyuwangi – Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Kedayunan, Kabupaten Banyuwangi, kini berkembang menjadi salah satu ruang publik favorit masyarakat. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi dan pelepas kejenuhan, RTH ini juga berperan penting sebagai pusat kegiatan spiritual warga.
Salah satu kegiatan rutin yang menjadi ciri khas RTH Desa Kedayunan adalah pengajian sholawat bulanan yang diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Kegiatan keagamaan tersebut telah menjadi tradisi turun-temurun dan menjadikan area lapangan RTH sebagai ruang yang memiliki nilai sosial dan spiritual tinggi bagi warga desa.
Pengajian sholawat tidak sekadar menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan, namun juga menjadi media efektif untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan kebersamaan antarwarga. Suasana religius yang tercipta menjadikan RTH Kedayunan sebagai ruang publik yang hidup dan bermakna.
Kepala Desa Kedayunan, Abdul Wahid, menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan RTH agar semakin nyaman, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“RTH Desa Kedayunan akan terus kami tingkatkan, baik dari sisi fasilitas maupun kegiatan. Harapannya, tempat ini bisa menjadi ruang bersama bagi warga untuk beraktivitas, berkumpul bersama keluarga, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial,” ujarnya.
Dengan fungsi ganda sebagai ruang hijau, tempat rekreasi, dan pusat kegiatan spiritual, RTH Desa Kedayunan menjadi contoh nyata pengelolaan ruang terbuka hijau yang produktif dan berkelanjutan. Keberadaan RTH ini diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain di Banyuwangi dalam memaksimalkan ruang publik sebagai pusat kegiatan masyarakat yang positif dan bermartabat.
(Cahyo)








