SIDOARJO – Manajemen Rumah Sakit (RS) Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo memberikan klarifikasi resmi terkait penggunaan LPG subsidi 3 kilogram (kg) di lingkungan rumah sakit yang beralamat di Jalan Krian–Mojosari KM, RW 3, Balepanjang, Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Manajemen menegaskan bahwa penggunaan LPG 3 kg tersebut tidak dilakukan secara sengaja maupun untuk kepentingan bisnis, melainkan bersifat sementara dan darurat akibat keterbatasan pasokan LPG non-subsidi pada saat kejadian.
Dokter Dwiky Yuanasika, M.Kes., HPN menjelaskan bahwa penggunaan LPG 3 kg dilakukan oleh unit gizi rumah sakit dalam kondisi mendesak, demi memastikan pelayanan nutrisi bagi pasien tetap berjalan optimal.
“Kami tidak memiliki niat maupun kesengajaan menggunakan LPG 3 kg untuk kepentingan bisnis. RS Mitra Sehat Mandiri senantiasa menjalankan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penggunaan LPG 3 kg tersebut dilakukan secara sementara karena stok LPG non-subsidi tidak tersedia pada saat itu,” ujar dr. Dwiky, Jumat (2/1/2026).
Ia menambahkan, pada hari yang sama, setelah pasokan LPG non-subsidi kembali tersedia, pihak rumah sakit langsung mengganti LPG 3 kg dengan LPG non-subsidi (LPG pink) sehingga operasional kembali berjalan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Direktur RS Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo, dr. Nico, menegaskan bahwa manajemen rumah sakit berkomitmen penuh mematuhi seluruh kebijakan dan regulasi pemerintah, termasuk ketentuan penggunaan LPG non-subsidi untuk fasilitas pelayanan kesehatan.
“Ketika terjadi kendala pasokan LPG non-subsidi, pelayanan kepada pasien tetap harus berjalan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan standar pelayanan kesehatan. Saat ini, seluruh operasional rumah sakit telah sepenuhnya kembali menggunakan LPG non-subsidi,” tegas dr. Nico.
Menurutnya, pada unit gizi sempat dilakukan penanganan sementara akibat keterbatasan pasokan LPG non-subsidi. Namun setelah pasokan tersedia kembali pada hari yang sama, operasional unit gizi langsung dinormalkan.
Lebih lanjut, dr. Nico menyampaikan bahwa manajemen rumah sakit telah melakukan evaluasi internal secara menyeluruh serta memperkuat sistem manajemen pasokan energi guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
“Langkah ini kami lakukan sebagai bentuk tanggung jawab institusi, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada pasien tetap berkelanjutan, aman, dan sepenuhnya sesuai regulasi,” pungkasnya.
Manajemen RS Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo berharap klarifikasi ini dapat memberikan informasi yang utuh, berimbang, dan objektif kepada masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan yang selama ini diberikan.
(Redho)








