Lubuklinggau, Sumatera Selatan — Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat, menegaskan bahwa penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 harus memperhatikan berbagai tantangan aktual yang dihadapi daerah. Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Lubuk Linggau di Cinema Hall Bukit Sulap, Lantai 5 Kantor Wali Kota Lubuk Linggau, Senin (21/07/2025).
Menurut Wali Kota yang akrab disapa H. Yoppy Karim ini, RPJMD bukan hanya menjadi dokumen teknokratis pemerintah, melainkan juga merupakan cita-cita bersama seluruh elemen masyarakat Kota Lubuk Linggau.
“Penyusunan RPJMD 2025-2029 harus menjawab tantangan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, peningkatan kualitas SDM, penguatan infrastruktur, penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, serta persoalan lingkungan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keselarasan antara arah pembangunan daerah dan kebijakan pembangunan nasional, RPJPD Kota Lubuk Linggau 2025–2045, RPJMN 2025–2029, serta prioritas Provinsi Sumatera Selatan dan visi-misi kepala daerah terpilih
“Saya ingin menekankan beberapa poin penting, yakni sinkronisasi program dan kegiatan, penguatan basis data dan evaluasi, inovasi dan efisiensi, serta kolaborasi dan integrasi,” jelasnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Lubuk Linggau H. Rustam Effendi, Kepala BPKP Perwakilan Sumsel Supriyadi, perwakilan Bappeda Provinsi Sumsel, jajaran Forkopimda Kota Lubuk Linggau, Sekda H. Trisko Defriyansa, Ketua TP PKK Hj. Risca Priba Ayu, kepala OPD, para camat, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.
(Erwin – Kaperwil Sumsel, Lubuklinggau & Musi Rawas Utara)







