ACEH TENGGARA — Dinamika internal Partai Demokrat Provinsi Aceh kian menguat seiring mencuatnya aspirasi regenerasi kepemimpinan di tubuh partai berlambang bintang mercy tersebut. Di tengah arus perubahan itu, nama drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes. mengemuka sebagai figur yang dinilai paling siap, matang, dan representatif untuk menakhodai Partai Demokrat Aceh ke depan.
Sejumlah indikator objektif memperkuat penilaian tersebut, mulai dari rekam jejak organisasi, pengalaman birokrasi, hingga konsistensi kinerja politik di parlemen. Nurdiansyah dikenal sebagai kader yang meniti karier dari bawah, sebuah proses yang membentuk pemahaman komprehensif terhadap manajemen partai dan dinamika politik akar rumput.
Karier politiknya di internal Demokrat terbilang lengkap dan berjenjang. Ia pernah menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara (2020–2021), sebelum dipercaya sebagai Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh periode 2021–2026. Di level legislatif, legitimasi politiknya kian kokoh setelah berhasil mempertahankan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) selama dua periode berturut-turut.
Pada Pemilu 2024, Nurdiansyah mencatatkan capaian signifikan dengan meraih 18.007 suara di Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh 8, sebuah angka yang mencerminkan tingkat kepercayaan publik yang kuat terhadap kepemimpinannya.
Di parlemen, Nurdiansyah dikenal vokal, progresif, dan berintegritas. Saat menjabat Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) Mineral dan Batubara (Minerba) serta Migas, ia berani mengungkap praktik mafia tambang ilegal yang disebut merugikan daerah hingga Rp360 miliar per tahun. Sikap tegas tersebut mempertegas posisinya sebagai legislator yang berpihak pada kepentingan publik dan keberlanjutan sumber daya Aceh.
Tak hanya itu, melalui kedekatan dan komunikasi intensif dengan Pemerintah Aceh, Nurdiansyah juga berperan mendorong realisasi program strategis jalan lintas provinsi Jalur Marstulen, yang akhirnya terealisasi pada tahun 2024, memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pengalamannya sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRA (2022–2024) dan kini sebagai Ketua Komisi IV DPRA yang membidangi pembangunan semakin menegaskan kapasitasnya dalam merumuskan serta mengawal kebijakan strategis daerah.
Dukungan terhadap Nurdiansyah terus mengalir dari berbagai elemen internal partai. Arief Prianta, SH, Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara, menilai Nurdiansyah sebagai sosok yang sangat layak memimpin Demokrat di tingkat provinsi.
“Nurdiansyah memiliki kemampuan komunikasi politik yang sangat mumpuni. Ia mampu membangun kolaborasi lintas partai, termasuk dengan partai lokal di Aceh, sehingga kehadiran Partai Demokrat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Arief.
Arief juga menegaskan bahwa kontribusi Nurdiansyah terhadap Aceh Tenggara sangat nyata melalui berbagai program pro-rakyat yang bersumber dari pokok pikiran (pokir), di antaranya bantuan becak, pengadaan ternak sapi, pembangunan jalan antar desa, serta distribusi alat pertanian dan perkebunan.
Penilaian serupa disampaikan Subuki Yusuf, SP, tokoh muda Aceh yang aktif dalam gerakan pilar sosial. Menurutnya, Nurdiansyah memiliki jaringan politik yang luas, visioner, dan mampu menempatkan Partai Demokrat pada posisi strategis dalam mengawal arah pembangunan Aceh.
“Ia selalu hadir dan proaktif dalam momen-momen penting pemerintahan Aceh. Ini menunjukkan kapasitasnya untuk memberi pengaruh nyata terhadap kebijakan strategis daerah,” tegas Subuki.
Pendekatan politik Nurdiansyah yang inklusif, cair, dan kolaboratif membuatnya diterima lintas fraksi serta lintas kepentingan. Dengan kombinasi kematangan organisasi, integritas legislatif, dan kemampuan membangun sinergi, Nurdiansyah Alasta diproyeksikan mampu membawa Partai Demokrat Aceh memasuki era baru yang lebih solid, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman.
(AS/SE)







