SURABAYA — Suasana penuh semangat menyelimuti halaman Masjid Miftahul Huda, Rungkut Kidul, Surabaya, pada Minggu (7/12/2025), ketika puluhan pesilat dari berbagai jenjang usia mengikuti latihan rutin pencak silat ASAD. Mulai dari peserta tingkat cabe rawit hingga dewasa, seluruhnya menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap rangkaian teknik yang diberikan.
Latihan mingguan ini merupakan bagian dari program tetap Pencak Silat ASAD yang konsisten digelar empat kali setiap bulan. Mashuda, pelatih utama, menegaskan bahwa rutinitas ini bukan semata persiapan untuk kejuaraan, melainkan upaya berkelanjutan dalam membina kemampuan teknis dan membentuk karakter para pesilat muda.
“Latihan ini memang program wajib. Bukan hanya karena ada event atau kejuaraan, tetapi komitmen kami untuk mencetak pesilat yang disiplin, kuat secara mental, serta siap bersaing di tingkat kota hingga provinsi,” ujar Mashuda di sela kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa pembinaan jangka panjang melalui ritme latihan yang teratur akan menumbuhkan daya juang, keberanian, dan ketahanan fisik para siswa. Sedari kecil, para peserta juga dibekali nilai-nilai tanggung jawab dan kedisiplinan yang melekat kuat dalam tradisi pencak silat.
Peserta yang hadir kali ini didominasi oleh pesilat usia dini hingga remaja. Mereka tampak fokus mengikuti setiap sesi, mulai dari gerakan dasar, teknik serangan, hingga simulasi pertarungan yang dipandu oleh para pelatih senior.
Kegiatan rutin ini sekaligus mencerminkan peran strategis pencak silat ASAD dalam mendukung program pemerintah untuk mencetak generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berprestasi melalui olahraga bela diri tradisional Indonesia. Pencak silat tidak hanya melatih fisik, tetapi juga menanamkan nilai budaya dan moral yang relevan bagi perkembangan generasi masa depan.
(Red)








