Banyuwangi, 16 Januari 2026 – Memasuki bulan Rajab 1447 H, umat Muslim di seluruh dunia dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, khususnya melalui puasa sunnah Rajab. Bulan Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebut dalam Al-Qur’an dan Hadits, di mana setiap amal shalih dilipatgandakan pahalanya.
Menurut para ulama, puasa di bulan Rajab memiliki manfaat penting bagi spiritual dan mental umat Islam. Selain sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah, puasa sunnah di bulan ini juga menjadi sarana membersihkan jiwa dari dosa kecil, melatih kesabaran, dan menguatkan kontrol diri menjelang bulan Ramadan.
“Puasa sunnah, termasuk di bulan Rajab, adalah salah satu cara untuk memperkuat keimanan, menyucikan hati, dan menyiapkan diri menghadapi Ramadan,” ujar Ustadz Ahmad Fauzi, pengajar agama dan ahli fiqih sunnah.
Keutamaan Puasa Rajab Menurut Mazhab
Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa puasa Rajab bersifat sunnah yang dianjurkan, tidak wajib, namun sangat bernilai secara spiritual:
- Mazhab Syafi’i: dianjurkan sebagai puasa sunnah harian, baik sehari atau beberapa hari.
- Mazhab Hanafi: puasa Rajab termasuk sunnah muakkad, menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah.
- Mazhab Maliki & Hanbali: dianjurkan sebagai persiapan menyambut Ramadan dan meningkatkan ibadah.
Puasa Rajab bisa dilakukan satu hari, beberapa hari, atau mengikuti puasa Senin-Kamis, sambil memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan menjauhi perbuatan maksiat.
Manfaat Nyata Puasa Rajab
- Meningkatkan ketakwaan dan kesadaran spiritual
- Membersihkan jiwa dan dosa kecil
- Melatih kesabaran dan pengendalian diri
- Mempersiapkan diri menghadapi ibadah Ramadan
Dengan memahami dan melaksanakan puasa sunnah Rajab, umat Muslim dapat menjadikan bulan ini momentum spiritual tahunan untuk meningkatkan kualitas ibadah, kebersihan hati, dan kesucian akhlak.
(Red)






