Lubuklinggau, 7 Februari 2025 – Pengerjaan proyek penggantian Jembatan Eka Marga di Kelurahan Eka Marga, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, hingga kini masih berjalan dan baru mencapai sekitar 50 persen. Jembatan ini merupakan akses utama menuju Tanjung Harapan, yang dianggarkan oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau pada tahun anggaran 2024.
Memasuki bulan Februari 2025, proses pengerjaan masih dalam tahap pemasangan papan cor dan menunggu kedatangan bantalan jembatan. Salah seorang pekerja di lokasi menyatakan bahwa mereka hanya bertugas menyelesaikan pekerjaan dan tidak memiliki informasi lebih lanjut mengenai kendala proyek.
Sementara itu, mandor proyek menjelaskan bahwa jembatan ini memiliki panjang bentang 20 meter dan lebar 3 meter. Seluruh proses pembangunan dilakukan secara manual menggunakan molen berkapasitas kecil karena akses ke lokasi sulit dilalui oleh mobil molen berukuran besar.
Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan jembatan ini memiliki nilai kontrak lebih dari Rp2,4 miliar, menggunakan anggaran APBD Kota Lubuklinggau 2024, dan dikerjakan oleh CV Raihan Aditya dengan masa pengerjaan 180 hari kalender.
Sejumlah warga Kelurahan Eka Marga mulai mempertanyakan lambatnya penyelesaian proyek ini. Naizer, salah satu warga setempat, menyampaikan bahwa pengerjaan jembatan sudah dimulai sejak pertengahan 2024, tetapi hingga kini belum rampung.
“Kami sangat berterima kasih atas pembangunan ini karena jembatan lama sudah miring dan berbahaya. Namun, kami berharap proyek ini bisa selesai tepat waktu agar masyarakat tidak lagi kesulitan untuk menuju lahan pertanian atau ke Tanjung Harapan,” ujarnya.
Warga juga mengeluhkan bahwa selama jembatan belum selesai, mereka harus memutar melalui bahu saluran irigasi, yang cukup merepotkan. Mengingat jembatan ini merupakan satu-satunya akses ke Tanjung Harapan, masyarakat berharap pengerjaan bisa segera dirampungkan demi kelancaran mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
(Erwin Kaperwil Lubuklinggau, Musi Rawas)







