Musi Rawas – Pembangunan drainase di RT 3, Kelurahan P2 Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, menuai perhatian. Proyek ini diduga tidak transparan karena tidak dilengkapi dengan plang proyek, sehingga warga menduga proyek tersebut seperti “proyek siluman.”
Salah satu warga RT 3 yang juga bekerja dalam proyek ini, berinisial AS, mengungkapkan bahwa sejak awal mereka tidak diberi informasi terkait sumber dana maupun nilai anggaran proyek tersebut.

“Kami tidak tahu proyek ini dari mana dan berapa anggarannya. Kami bekerja sekitar 11 hari dan baru dibayar Rp300 ribu. Sisanya sampai sekarang belum dibayar,” ujar AS pada Jumat (17/01/2025).
Pada hari yang sama, awak media melihat aktivitas pekerja yang sedang sibuk menambal drainase. Ketika ditanya lebih lanjut, seorang pekerja menyebutkan bahwa proyek ini dikelola oleh seseorang bernama Harianto, namun sumber dana proyek – apakah dari Dana Alokasi Umum (DAU) atau aspirasi – tidak diketahui.
Hal ini memicu keprihatinan dari Aktivis Peduli Lingkungan, Redy Godrong, yang berencana mengusut proyek ini lebih lanjut. “Kami akan melaporkan proyek ini ke pihak penegak hukum jika ditemukan adanya indikasi korupsi, kolusi, atau nepotisme (KKN). Siapa pun yang terlibat harus diperiksa,” tegas Redy.
Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Harianto selaku pihak yang disebut mengelola proyek ini belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.
Masyarakat berharap pihak berwenang segera mengambil langkah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek drainase ini, mengingat dana publik yang digunakan harus dikelola dengan baik dan sesuai aturan.
(Erwin Kaperwil Lubuklinggau, Musi Rawas)







