Lubuklinggau,Sumatera Selatan – Proyek pembangunan drainase di Kelurahan Taba Baru, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, tepatnya di kawasan Marga 49, kembali menuai sorotan. Pekerjaan yang terkesan “main volume” ini diduga sarat kejanggalan lantaran dikerjakan secara tertutup tanpa papan merek proyek.
Berdasarkan pantauan lapangan pada Minggu (21/9/2025), material berupa pasir dan batu tampak berserakan di tengah jalan sehingga membuat jalan licin dan mengganggu aktivitas warga yang melintas.
Tak hanya itu, pengerjaan drainase juga disinyalir asal-asalan. Pemadatan batu tidak merata, dinding drainase terlihat menipis, bahkan cetakan (papan mal) yang digunakan seadanya. Lebih parah lagi, bangunan drainase justru menumpang di atas cor lama milik warga yang sudah ada sebelumnya.
Seorang warga sekitar mengaku tidak mengetahui detail kualitas proyek tersebut.
“Mana lah pak kami tau, kami ini hanya masyarakat biasa, hanya menerima hasil bangunan itu saja,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat setempat pun enggan banyak berkomentar.
“Kalau kami ini tidak begitu berani berkomentar atas proyek siring itu,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak dari dinas terkait yang dapat dikonfirmasi mengenai pembangunan drainase di Kelurahan Taba Baru tersebut.
(Erwin Kaperwil Sumsel Lubuklinggau Musi Rawas Utara)







